A Hermas Thony : Pemkot Segera Terbitkan Perwali Untuk Pencairan Dana Kampung Tangguh

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A Hermas Thony (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Dana stimulan untuk ‘Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo’ dimasa pandemi covid-19 guna menanggulangi penyebaran wabah virus Corona di Perkampungan di Surabaya. Dana stimulan itu dianggarkan dalam anggaran belanja tak terduga sebesar Rp 12,5 miliar. Yang mana per Kampung Tangguh akan disuntik bantuan sebesar Rp 5 juta per bulan.

Namun proses pencairannya masih dibutuhkan payung hukum berupa peraturan walikota (Perwali) Surabaya yang secara khusus mengatur tentang pencairan dana bantuan tersebut Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, ditegaskan Wakil Ketua DPRD kota Surabaya,  A.Hermas Thony, kepada wartawan di gedung DPRD kota Surabaya, Rabu (16/09).

Ia menjelaskan, jika Perwali ini dikeluarkan saat dibentuknya Kampung Tangguh, mungkin ini sangat lebih baik lagi, karena kondisi spirit masyarakat untuk turut serta dalam menjaga menanggulangi pandemi covid-19. Dan Pemkot Surabaya saat itu sedang semangat-semangatnya, bersama mencegah dan meminimalisir pandemi Covid-19.

BACA JUGA :

“Karena saya mengetahui, saat itu kegiatan operasional Kampung Tangguh dibiayai secara mandiri oleh masyarakat. Akhirnya kegiatan Kampung Tangguh sekarang ini menurun. Sehingga, banyak Kampung Tangguh yang sudah tutup karena tak mampu membiaya operasionalnya,” urai Thony.

Oleh karenanya, sambung Thony, dewan mendesak dana Kampung Tangguh segera dicairkan melalui Perwali Surabaya yang segera dikeluarkan oleh Walikota Risma.

Dia juga menerangkan, disisi lain, Pemkot Surabaya cukup berhasil menekan angka kasus baru pandemi Covid-19, padahal dana Kampung Tangguh belum turun, mengapa baru saat ini Pemkot Surabaya mulai memberi bantuan biiaya Kampung Tangguh.

Ada apa dengan engucuran bantuan dana hibah Kampung Tangguh mendekati Pemiukada Surabaya 2020?, tanya Thony.

“Sejak awal dibentuknya Kampung Tangguh, kami sudah mendesak Pemkot Surabaya segera mengalokasikan dana Kampung Tangguh, saat memuncaknya pandemi Covid-19 di Surabaya,” terangnya.

Penanggulangan Covid-19 oleh Pemkot Surabaya tidak akan bisa, tanpa adanya partisipasi dari masyarakat. Kampung Tangguh sendiri dibentuk atas inisiasi Pangdam, Polda Jawa Timur, imbuh dia.

Ketika masyarakat sudah mulai menggiatkan Kampung Tangguh, justru dana bantuan kegiatan Kampung Tangguh saat itu tidak dikucurkan. Akhirnya, kegiatan Kampung Tangguh sudah muali mengendor ironisnya, sekarang malah banyak yang tutup, tukas Thony.

“Sekarang ini kita dorong agar Pemkot Surabaya, secepatnya mencairkan dana Kampung Tangguh, melalui alokasi anggaran yaitu refokusing pada nomenklatur belanja tak terduga,” bebernya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours