Enam Partai Non Parlemen Deklarasikan KMS, Belum Tentukan Arah Dukungan

Koalisi enam partai non parlemen “Koalisi Membangun Surabaya” di kantor DPC PBB Jl Pnglima Sudirman Surabaya (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA,  Geliat pemilihan walikota (pilwali) tak hanya ditunjukkan partai politik (parpol) yang memiliki kursi di parlemen. Parpol yang tak memiliki kursi juga ikut menentukan keberhasilan Pemilukada, Rabu (19/8) parpol yang tak memiliki kursi di dewan membentuk sebuah koalisi yang disebut Koalisi Membangun Surabaya (KMS).

Keenam parpol non parlemen. tersebut diantaranya, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Berkarya, Perindo, Partai Garuda, serta Partai Hanura.

Deklarasi  yang digelar di kantor sekretariat bersama KMS. Tepatnya di jalan Panglima Sudirman, Surabaya. Ketua DPC PBB Samsurin memperkenalkan satu per satu anggota KMS. Di KMS, Samsurin merupakan salah satu pentolan. Dia ditunjuk sebagai panitia deklarasi KMS.

BACA JUGA :

Deklarasi KMS yang dimotori ketua DPC Partai Hanura, Edi Rachmat membacakan ikrar KMS.  Lima poin difokuskan yakni, KMS siap mendukung pilwali yang berintegritas, mewujudkan kemajuan daerah dan keutuhan NKRI, tunduk dan patuh pada UU yang berlaku.

Selain itu bersama-sama menjaga keutuhan koalisi dalam menentukan sikap di pilwali. “KMS merupakan gabungan parpol yang siap menerima dan mengawal walikota dan wakil walikota yang berpihak pada warga Surabaya,” jelasnya.

Usai prosesi deklarasi, Edi menjelaskan latar belakang terbentuknya KMS. Sebelum melebur dalam satu ikatan, enam parpol itu bertemu. Berdiskusi terkait pilwali. “Komitmen kami bersama membangun Surabaya,” kata Edi.

Dari hasil diskusi, enam parpol itu memiliki kesamaan. Gagasan serta visi dan misinya searah. “Intinya Surabaya harus lebih maju,” tuturnya.

Lantas pada siapa dukungan KMS bermuara? Edi belum bisa memastikan. Sebab, sejauh ini belum ada pasangan calon (paslon) yang mendaftar. “KPU belum menerima pendaftaran,” ucapnya.

Keputusan diambil selepas KMS menggelar sejumlah tahapan. Salah satunya, gabungan parpol itu akan bersilaturahmi. Berkunjung ke sejumlah calon. “Setelah itu baru kami putuskan,” tukas mantan Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, periode 2014 – 2019 ini. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours