Dinilai Mirip Risma, Relawan Risma Dua Periode Dukung Reni Astuti Maju Pilkada

Rochim Arofah saat menerima penghargaan

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sosok Bakal Calon Wakil Walikota Surabaya, Reni Astuti dinilai sebagai sosok yang mirip dengan Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma. Hal ini disampaikan Rochim Arofa, relawan Risma selama dua periode yang bernaung di Tim Saya Suroboyo. Salah satu mesin pemenangan Risma saat maju pilkada periode lalu.

“Yang saya rasakan bersama Bu Risma dua periode ya seperti itulah sifat beliau. Apa adanya. Kesan itu juga yang saya tangkap ketika bertemu dengan Bu Reni. 90% sifatnya hampir sama semua. Tanggap dan suka turun kebawah.” Tuturnya saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

“Pada pilwali 2020 ini saya mendukung Bu Reni ini serasa kayak waktu saya mendukung Bu Risma dulu,” ucap Rochim, Kamis (06/08).

BACA JUGA :

Saat ditanya apa yang membuat dirinya mendukung calon kuat pendamping Machfud Arifin tersebut. “Bu Reni gampang turun kebawah. Kalau dimintai tolong selalu hadir dan ditepati,” papar dia.

Sebagai Ketua RW 07 Kelurahan Wonokromo, ketika ada yang membutuhkan ia selalu berkomunikasi dengan Reni.Dulu ia pernah mengajukan bantuan bangku untuk sekolah yang siswanya banyak dari keluarga tidak mampu untuk 3 ruang kelas SD, pengakuan Rochim.

Sambung dia, Bu Reni dengan sigap meneruskan ke Dinas Pendidikan. Kemudian juga untuk perbaikan Puskesmas Wonokromo, juga difasilitasi oleh Wakil Ketua DPRD dari fraksi PKS tersebut.

Rochim menuturkan bahwa dulunya puskesmas tersebut tidak layak seperti pos kamling. Warga kalau berobat siang hari, kepanasan dan antriannya sampai meluber ke jalan.

“Sekarang Puskesmas Wonokromo telah berubah wajah dibangun hingga 4 lantai,” urainya.

Tidak hanya itu, kata Rochim, kantor Kelurahan Wonokromo di masa itu juga tidak layak. Atapnya hampir ambrol. Plafonnya lubang sana sini. Kalau hujan bocor. Padahal Kelurahan adalah fasilitas umum tempat untuk melayani warga.

“Berkali-kali saya dan RW lainnya serta Pak Lurah mengusulkan untuk perbaikan tetapi belum pernah ditindaklanjuti. Saya foto kemudian saya kabari Bu Reni. Besoknya jam setengah 8 pagi bu reni mendatangi kelurahan dan selanjutnya dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya. Pak Lurah sampai melompat-lompat saking senangnya,” kata Rochim.

Rochim juga menyebutkan bahwa Reni sering membantu warganya yang putus sekolah. Bu Risma juga begitu. Ia menceritakan pengalaman Bu Risma membantu warganya yang punya 3 orang anak. tidak punya tangan kiri tetapi punya keahlian di kelistrikan. Saat diwaduli, Bu Risma langsung bertanya, “endi areke?” dan langsung disuruh bekerja.

“Bu Reni juga begitu. Kalau ada yang kesulitan selalu turun. Saya senangnya disitu.” tutup Rochim. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours