Reni Astuti Dorong Perbanyak Pasar Tradisional Di Surabaya Menjadi Pasar Tangguh

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya saat meninjau asar tradisional Gnung Anyar Rungkut Surabaya (*JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Pemkot Surabaya terus menggencarkan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional di Kota Surabaya. Dua pasar tradisional jadi pasar percontohan penerapan sebagai pasar tangguh, yaitu Pasar Genteng Baru dan Pasar Tambak Rejo.

Pekan lalu, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti meninjau langsung kedua pasar tangguh tersebut, hari ini Senin, (22/06) meninjau di Pasar Gunung Anyar.

BACA JUGA :

Reni berkeliling dan berbelanja kebutuhan sehari-hari. Sembari berbelanja, Reni menyapa dan berdialog dengan beberapa pedagang. Beberapa pedagang mengaku, selain berdagang di pasar juga memasarkan dagangannya secara online.

Langkah pedagang itu diapresiasi politisi perempuan PKS ini. “Banyak pedagang yang semangat dan kreatif menawarkan dagangan secara online, bahkan ada yang gunakan video call. Agar pembeli bisa lihat barang dagangan dan tawar menawar secara virtual, ungkap Reni.

Pada kesempatan itu, Reni juga membagikan masker pada pedagang, sembari terus mengingatkan pedagang agar menaati protokol kesehatan.

Di masa pandemi, banyak pasar tradisional yang terdampak. Jumlah pasar di Surabaya sekitar 67 pasar tradisional yang dikelola oleh PD Pasar dan 100 pasar lainnya dikelola oleh kelompok masyarakat.

Dari beberapa pasar yang dikunjungi, Reni berdialog dengan pedagang. Pedagang mengadu bahwa terjadi penurunan penjualan yang cukup signifikan. Dalam kondisi demikian, Reni mendorong agar kegiatan ekonomi di pasar tradisional tetap berjalan.

“Di satu sisi, pasar tradisional sebagai salah satu tempat umum yang berpotensi besar sebagai tempat penularan covid-19 perlu mendapatkan perhatian dan dukungan sarana prasarana dari Pemkot Surabaya,” ucapnya.

Oleh karena itu, Reni mendorong pemerintah kota melakukan langkah-langkah, pertama, identifikasi pedagang yang terpapar covid-19 di pasar tradisional.

“Ini penting untuk memastikan pedagang yang terkena Covid-19 dan keluarganya sudah benar-benar tertangani dengan baik. Jika sudah sembuh bisa beraktifitas kembali berjualan, urai dia.

Reni menambahkan, kedua, Pemkot melakukan mapping terhadap 167 pasar di Surabaya. Hal ini untuk mempermudah pengelompokkannya. “Mana yang sudah memenuhi sebagai pasar tangguh, yang telah menjalankan protokol kesehatan,” tukasnya.

Sambung dia, misalkan pedagang dan pembeli menggunakan masker, physical distancing terjaga, ada sarana prasarana cuci tangan.

“Dari hasil mapping tersebut, di masa pandemi ini Pemkot dapat membuat tahapan agar pasar tradisional seluruhnya bisa menjadi pasar tangguh yang disiplin dalam penerapan protokol kesehatan,” kata Reni. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours