Sejumlah PAC Demokrat Surabaya Soroti Gaya Kepemimpinan Lucy Kuriasari

Plt Ketua DPC partai Demokrat kota Surabaya, Lucy Kurniasari (*)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Rasa kecewa yang disamaikan sejumah Pimpinan Anak Cabang (PAC) terhadap style kepemiminan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC partai Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari terus menjadi perbincangan hangat ditingkat bawah. Hal ini terungkap dari sekretaris PAC yang berada di wilayah Sukomanunggal Surabaya.

Sekertaris PAC partai Demokrat Sukomanunggal Surabaya, Oki Iin Prihandono membeberkan, bahwa selama ketua DPC Demokrat Surabaya di jabat oleh Lucy Kurniasari, tidak ada keterbukaan (transarasi) atau tidak sesuai prosedural partai.

Oki mencontohkan, semisal ada undangan untuk pertemuan, jika di PAC sudah tidak ada ketua seharusnya bisa diwakilkan pengurus yang lain yakni tingkat sekertaris.

BACA JUGA :

Diketahui, untuk saat ini memang ketua PAC Sukomanunggal mengundurkan diri secara resmi namun tetap proses pengunduranya melalui prosedur kepartaian.

“Justru yang terjadi, malah DPC mengundang orang diluar pengurus PAC Sukomanunggal. Saya bertanya-tanya, ini maksudnya gimana?.  apa PAC Sukomanunggal  sudah ngak dianggap lagi atau seperti apa?,” tanya Oki, Kamis (18/06).

Lanjut dia, dirinya langsung menanyakan pada Lucy selaku Plt Ketua DPC, kenapa tidak memberikan undangan kepada PAC Sukomanunggal. Lucy pun membantah, bahwa dirinya sudah membuat undangan untuk PAC Sukomanunggal. “Malah saya disuruh tanya pada staf DPC Demokrat Surabaya,” terangnya.

“Akhirnya saya tanya ke mbak Dewi, kenapa kok PAC Sukomanunggal tidak dapat undangan, dan jawabanya mbak Dewi, atas perintah pak Gianto (pengurus DPC Demokrat Surabaya),” ucapnya.

Setelah mendapat jawaban seperti itu, Oki kembali bertanya kepada Lucy dan mempertanyakan apakah benar PAC Sukomanunggal tidak diundang atas perintah pak Gianto tersebut.

“Saya masih berfikir positif barang kali memang atas dasar pak Gianto sendiri dan bukan perintah dari bu Lucy. Tapi ternyata sampai detik ini tidak ada jawaban apapun dari bu Lucy. Berarti saya menganggap informasi pak Gianto benar, ternyata memang diperintah bu Lucy,” tuturnya.

Dengan keadaan ini, dia berharap supaya Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat segera mengetahui hal ini, agar bisa menjembadani persoalan yang terjadi di DPC Demokrat Surabaya.

“Kubunya Lucy beranggapan bahwa kami akan merusak citra partai. Justru kontradiktif dengan anggapan mereka sendiri. Kita tidak ingin  menjatuhkan orang per orang, yang nantinya akan merusak partai Demokrat diinternal DPC Demkorat Surabaya ,” tukas Oki. (*JB01)

Share this post

No comments

Add yours