Overload Pasien COVID-19, Sejumlah Rumah Sakit Di Surabaya Kewalahan & RSUA Hentikan Penerimaan Pasien Covid-19

Sejumlah rumah sakit di Surabaya kewalahan terima pasien COVID-19 (*)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sejumlah rumas sakit di Surabaya mulai kewalahan menampung terjadinya lonjakan pasien Corona Virus Disease 2019 atau yang disebut COVID-19. Kondisi ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia Surabaya, Arief Bakhtiar.

Dia menyebutkan, bahwa sejumlah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur tak bisa menampung lonjakan pasien Covid-19. “Di beberapa rumah sakit, pasien masih tidak tertangani  di IGD, karena masih belum bisa masuk ruang isolasi,” ujar Arief, Rabu (27/05) di Surabaya.

BACA JUGA :

Peningkatan kasus lanjut Arief, mulai terasa sejak menjelang lebaran. Kondisi tersebut juga terjadi lonjakan di rumah sakit tempatnya berkerja, di RS Dr. Soetomo dan RS Royal Surabaya.

Arief mengakui, jika tenaga medis mulai kewalahan dengan melonjaknya pasien. “Para tenaga medis merasakan beban kerja meningkat. Meski demikian, mereka tetap bekerja merawat pasien walau dengan kondisi yang berat,” ujar dia.

Arief menambahkan, dalam kondisi apapun tugas dari para tenaga medis adalah membantu pasien untuk dirawat, dan tetap harus bekerja untuk melayani pasien untuk dirawat. “Mudah-mudahan saja kami tetap diberikan kesehatan. dan kekuatan,” ucapnya.

Walau banyak sejumlah tenaga medis yang dikabarkan terpapar COVID-19. Namun demikian. pihaknya tetap bersyukur beberapa koleganya dalam kondisi yang cukup baik, sehingga bisa melakukan isolasi mandiri.

“Mudah-mudahan mereka tidak mengalami drop down kesehatannya ,” ucap dia.

Sementara, penumpukan pasien juga terjadi di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya. Melalui surat pemberitahuan, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS UNAIR, Hamzah menyatakan RS UNAIR menghentikan sementara penerimaan pasien rujukan COVID-19.

Oleh karenanya, tenaga medis RSUA lebih difokuskan untuk merawat pasien yang sedang menjalani perawatan. Penghentian sementara ini berlaku selama 14 hari, mulai 26 Mei 2020 hingga 9 Juni 2020 mendatang.

Terpisah, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Unair, Suko Widodo mengatakan RSUA harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru COVID-19. Karena itulah, kata dia, perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan terjaga. “Bukan penutupan, tetapi penataan internal,” ungkap Suko. (TEM/JB01)

Share this post

No comments

Add yours