Pasien Positif Covid-19 Di Jatim Pada Hari Kedua Idul Fitri 1441 H Sebanyak 223 Orang

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto (Dok/JB01

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Terjadi lonjakan pasien Covid-19 di Jawa Timur pada hari kedua perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H catatan Gugus Tugas percepatan Covid-19.

Tercatat, Senin (25/05) Sebanyak 223 orang tambahan positif Covid-19 di Jatim, data ini tertinggi secara nasional. Penambahan ini, total jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim mencapai tercatat sebanyak 3.886 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 489 orang dinyatakan telah sembuh dan 292 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara, sisanya masih dalam perawatan medis dan serta isolasi mandiri.

BACA JUGA : 

Grafik penambahan pasien positif Covid-19 di Jatim, masih fluktuatif dan cenderung tinggi. Pada Minggu (24/05) atau bertepatan dengan Lebaran, penambahan jumlah pasien positif di Jatim, turun menjadi 68 orang, dari sehari sebelumnya yang mencapai sebanyak 466 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga menyebutkan, pada Senin (25/5/2020) ada sebanyak 240 orang sehingga totalnya menjadi 5.642 orang. Sedangkan terkonfirmasi positif menjadi 22.750 setelah ada penambahan 479 orang dan kasus meninggal menjadi 1.391 dengan penambahan 19 orang.

“Kasus sembuh 240 orang, menjadi 5.642 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (25/05).

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 256.946 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 87 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 40 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 152 lab. Secara keseluruhan, 183.192 orang telah diperiksa dan hasilnya 22.750 positif dan 160.442 negatif.

Sedang jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang ada sebanyak 49.361 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 12.342 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 405 kabupaten/kota di Tanah Air.

Data yang diterima Tim Gugus Tugas, sebaran kasus pasien yang sembuh dari 34 Provinsi, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.655, Jawa Timur sebanyak 489, kemudian Jawa Barat 479, Sulawesi Selatan 462, Bali 295, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 5.642 orang. (SIND/JB01)

Share this post

No comments

Add yours