Bikin Resah Warga, Pasien Meninggal Karena Sakit Biasa Dimakamkan Secara Protokol Covid 19

Proses pemakaman pasien yang diduga terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Sampang Jawa Timur (50N1)

JURNALBERITA.ID – SAMPANG, Mencuat kabar terkait Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang saat ini telah meninggal dunia di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Yang mana pelaksaan pemakamannya dengan SOP protokol Covid-19 dipertanyakan warga sekitar. Pasien yang sempat dikarantina di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sampang diduga terinfeksi virus Corona.

Menurut Humas Satgas Covid 19 Kabupaten Sampang, Djuwardi mengatakan, bahwa (Sl) 65 tahun adalah warga kota Sampang, sebelumnya sempat dirawat disalah satu rumah sakit di Kabupaten Sampang.

Namun lanjut Djuwardi, setelah SI dirujuk  di ruang isolasi BLK Sampang, kondisi pasien SI sempat mendapat karantina di BLK hanya beberapa hari, akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia.

Proses pemakaman pasien diduga Covid-19 diikuti oleh kerabat almarhum SI (50N1)

“Dirawat di ruang isolasi BLK hanya beberapa hari saja, hingga pasien meninggal dunia,” jelas Djuwardi, Sabtu (02/05).

Sebelumnya Djuwardi membeberkan, pasien (SI) pernah dirawat disalah satu rumah sakit, karena infeksi penyakit paru-paru. “Pasien SI sempat dirawat di rumah sakit karena infeksi paru-paru, saat dirawat Sl sudah kehilangan selera makannya. Sejak 3 hari yang lalu beliau (SI) sudah tidak mau makan,” jelas Djuwardi.

BACA JUGA : 

Sambung dia, setelah menjalani Rapid Test memang ada gejala seperti Covid-19. “Makanya kita waspada dan langsung kami bawah ke ruang isolasi di BLK. Belum sempat di swab laboraturium, ternyata Sl sudah meninggal dunia,” ungkap Djuwardi.

Terpisah, salah satu warga sekitar pemakaman, Arif turut mengomentari pemakaman dengan SOP Protokol Covid-19 itu. Pihaknya menilai dalam pelaksanaan pemakaman pasien (SI) yang dilakukan dengan SOP Protokol Covid 19 telah  membuat resah masyarakat.

“Ini terkesan terlalu berlebihan, jika pasien (SI) tersebut masih belum dipastikan hasil swabnya. Apakah positif atau negatif Covid-19,” papar Arif.

Menurutnya, karena tidak ada perbedaan antara pasien meninggal karena sakit biasa dengan pasien meninggal karena terinfeksi Covid-19. Ini yang membuat warga bertanya-tanya. Utamanya dalam melaksanakan proses pemakaman tersebut, imbuhnya.

“Ketidak pastian itu, telah membuat warga bingung dan was-was. Jika memang bukan meninggal karena Covid-19, kenapa cara pemakamannya begitu? Ini berlebihan dan membuat masyarakat bertanya-tanya,” tegas Arif.

Dan jika cara pelaksanaan proses pemakaman dengan SOP protokol Covid-19, seharusnya juga semua mengikuti SOP yang telah ditentukan. Kenapa pihak keluarga pasien tidak diisolasi dan maah dibiarkan ikut kepemakaman saat itu, tukas dia.

“Bagimana dengan kontak langsung pada warga sekitar kalau itu memang pasien Covid-19. Apakah orang yang meninggal karena sakit biasa harus mengikuti protokol Covid-19,” tanya Arif.  (50N1/L33/JB01)

Share this post

No comments

Add yours