Suryadi : Refleksi dan Harapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Anggota DPRD Kota Maang, dari fraksi partai Golkar, Suryadi (M1N)

JURNALBERITA.ID – MALANG, Saat ini dunia pendidikan mengalami perubahan model pola didik sejak penetapan social distancing oleh pemerintah pusat. Sejauh mana efektifitas model ini membawa dampak pada pendidikan anak? Ini pernyataan sikap yang disampaikan salah satu anggota DPRD Kota Malang dari fraksi partai Golkar, Suryadi, Sabtu (02/05) melalui pesan WhatsApp nya.

“Pendidikan dan Pandemi Covid-19 bagian dari salah satu bentuk upaya menuju peremajaan alam dan mencerdaskan anak bangsa dalam kehidupan kita bersama,” ungkapnya.

Dengan demikian kata Suryadi, pendidikan juga merupakan upaya dalam membentuk insan – insan akademis, pencipta, pengabdi yang berpikir secara mandiri dan dapat bertanggung jawab atas terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur dengan Rhida Allah Swt.

“Kita dapat mencermati bahwa Melalui pendidikan, diharapkan dapat tercipta kehidupan yang lebih baik dan benar serta bermamfaat bagi diri insan, bagi kehidupan keluarga, bagi masyarakat, berguna bagi bangsa, dan bagi peradaban manusia itu sendiri,” terang Suryadi yang ditulis melalui pesan WA nya.

Lanjut realese tertulis yang disampaikan pada media ini,  karena pendidikan bagian dari Peran penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

  Baca juga :

Hal ini menurutnya, juga tertuang dalam pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, para pendiri bangsa telah mencantumkan tujuan negara, salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini juga dapat diperkuat dalam UUD 1945 yang menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan dan negara memiliki kewajiban untuk memenuhi pendidikan setiap warga negara guna mewujudkan tujuan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sambung dia, dalam menempa pendidikan dan selama mengeyam pendidikan itu sendiri, tentu anak-anak bangsa tidak hanya sekedar memperoleh dan membutuhkan lembaran ijazah dan tanda surat kelulusan dari sekolah. Akan tetapi, bahwa lebih dari itu, anak-anak bangsa harus mendapatkan pencerdasan pola pikir yang terbentuk dan karakter yang kuat dan tangguh, kemudian tumbuh dalam dirinya.

“Maka dari itulah, anak anak bangsa kedepan diharapkan dapat mandiri dan bertanggung jawab bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negaranya,” urai Suryadi.

Dengan demikian, Suryadi menambahkan, potret dalam dunia pendidikan harus berkualitas, terjangkau, adil, merata yang kemudian terbungkus menjadi wajah pendidikan untuk semua lapisan masyarakat dalam rangka membentuk anak-anak bangsa yang cerdas dalam pola pikir, mental, karakter, berakhlakul karimah hingga mampu membentuk manusia-manusia Indonesia yang dapat berpikir mandiri, kritis, kreatif, inovatif, terampil dan mempunyai keinginan yang besar dalam belajar.

“Sehingga setelah lulus, para insan intelektual ini dapat berkarya besar dan berkarya nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa dan negara,” ucapnya.

BACA JUGA :

Yang tak kalah penting, imbuhnya, dalam potret dunia pendidikan proses pembelajaran tak hanya fokus pada objek yang dipelajari. Tetapi, setiap pendidik dan pembelajar bagaimana bisa konsentrasi pada bagaimana berpikir dan berperilaku terhadap yang dipelajarinya.

Hal ini berarti, ranah pembelajaran tak hanya mencakup keahlian, juga bukan saja terhadap ilmu, tetapi juga mencakup pola pikir dalam menghadapi suatu permasalahan. Maka, antara teori dan praktik berimbang didapatkannya. Dengan demikian, terbentuknya pola pikir yang siap unggul dalam menghadapi kompleksitas dan kerumitan yang akan muncul pada masa mendatang.

Seperti hadirnya Pandemi Covid-19 ini, menjadi bekal dan kekuatan penting bagi setiap individu. Selain itu pada pola pikir positif merupakan syarat cukup, agar seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga berperilaku yang baik pula. Sehingga di hadapkan dalam proses pembelajaran apapun sudah sanggup peserta didik seperti pembelajaran daring pada pembelajaran jarak jauh, jelas Suryadi.

“Dengan semangat HARI PENDIDIKAN NASIONAL di Tahun 2020, sekalipun kita sedang dihadapkan pada musibah pandemi Covid-19 ini yang menimpa belahan dunia internasional mari kita jaga kesehatan, dan selalu mengikuti protokol kesehatan,” tukas Suryadi. (M1N/JB01)

Share this post

No comments

Add yours