Efektif kah PSBB Di Surabaya, Begini Kata Legislator DPRD Surabaya

Anggota fraksi PDIP DPRD Surabaya, John Thamrun yang juga sebagai anggota Komisi B. (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya sejak 28 April 2020 dijalankan di sembilan titip cek point di kota Surabaya.

Diharapkan pelaksanaan PSBB ini mampu menekan angka penyebaran Covid-19 di Surabaya. Ada dua pendekatan terkait pelaksanaan PSBB. Pendekatan pertama adalah pendekatan kesehatan, bagaimana penerapan PSBB ini mampu menekan angka terinfeksi Covid-19. Pendekatan kedua yakni pendekatan ekonomi.

Kedua pendekatan ini harus seiring sejalan alias seimbang, tutur anggota fraksi PDIP John Thamrun, Rabu (29/04) ditemui diruang kerjanya.

Sedang tingkat keberhasilan PSBB menurut John Thamrun tidak bisa dilihat dalam waktu dekat ini. “Dari pendekatan kesehatan, belum kelihatan penerapan PSBB ini berhasil atau tidak. Kan baru satu hari, ini hari kedua PSBB dijalankan, jadi belum bisa terlihat,” terang John.

Nanti setelah masa inkubasi 14 hari bisa dilihat, apakah ada peningkatan jumlah yang terinfeksi Covid-19, flat atau menurun orang yang terinfeksi, imbuhnya.

Namun, kalau dilihat dari kaca mata ekonomi PSBB yang dijalankan di Surabaya sangat berdampak negatif. Imbasnya sangat dirasakan oleh pelaku usaha di Surabaya. Bagaimana tidak, dengan penerapan PSBB yang di pamahami oleh orang-orang dilapangan tidak sama, papar John.

“PSBB bukanlah Lockdown, PSBB boleh beraktivitas cuman dibatasi sesuai protokol yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah daerah atau Pergub dan Perwali,” urainya.

Namun, sambung John Thamrun, sedang lockdown ini penutupan total tidak boleh ada aktivitas sama sekali di luar rumah. Pemahaman ini di tingkat bawah masih berbeda-beda, sehingga penerapannya pun berbeda-beda.

Dampaknya sangat berimbas pada sektor perekonomian di Surabaya. Karena Supply kebutuhan yang dari luar kota tidak boleh masuk ke Surabaya, sehingga ketersediaan bahan kebutuhan mengalami kekurangan di Surabaya yang berdampak pada tingkat melonjaknya harga-harga. Karena Supply dan Demand tidak berimbang, beber anggota legislatif dengan background Lawyer ini.

“Roda Perekonomian di Surabaya tidak boleh terhenti, sebab jika perekonomian ini terhenti, maka penyebaran Covid-19 akan bertambah. Kenapa begitu, karena asupan gizi untuk membangun imunitas tubuh tidak ada asupan makanan atau bisa disebut banyak orang kelaparan,” jelas John Thamrun.

Faktor kelaparan ini membuat faktor imun manusia akan turun, maka virus Corona merajalela menginfeksi tubuh manusia, ungkapnya.

Jadi kata John, tidak boleh kedua pendekatan ini tidak saling berhubungan. Pertimbangan kesehatan dan ekonomi menjadi tolak ukur keberhasilan penerapan PSBB. Efektif atau tidak PSBB tersebut harus dilihat dari dua pendekatan yakni Keseharan dan Ekonomi yang saling keterikatan.

“Keberhasilan pelaksanaan PSBB bisa dikatakan sukses jika ada penurunan angka yang terinfeksi Covid-19, namun sektor ekonomi juga mampu menopang kehidupan masyarakat,” tukasnya. (JB01)

 

Share this post

No comments

Add yours