Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, Reni Astuti Usulkan agar Pemkot Buka Layanan Hotline 112 Covid-19

Wakil Ketua DPRD kota Surabaya Reni Astuti, dari fraksi PKS (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Menjelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya segala upaya penerapan itu disiapkan pemerintah kota Surabaya. Baik soal penanganan jaring pengaman sosial ekonomi masyarakat, kesiapan anggaran dalam menghadapi masa pemberlakuan PSBB nanti.

Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, Reni Astuti mengusulkan agar Pemkot Surabaya membuka layanan aduan Hotline 112 Covid-19 selama penerapan PSBB. Layanan ini khusus untuk menerima segala bentuk aduan masyarakat.

“Hotline ini dimaksudkan untuk menerima aduan dari masyarakat. Baik itu untuk melaporkan masalah pasien Covid-19 dengan status ODP, PDP maupun terkait dengan laporan warga yang tidak mematuhi PSBB,” urainya.

Politisi PKS ini juga menerangkan, jika ada warga MBR maupun non MBR masih belum tersentuh bantuan pemerintah di line Hotline ini bisa diadukan. Sehingga tim gugus tugas Covid-19 bisa menanganinya dengan cepat dan tepat sasaran.

“Selama masa PSBB nanti peran serta masyarakat bisa mengadukan kondisi warga disekitarnya,” ucap Reni, Selasa (21/04) ditemui diruangannya.

Jadi kata Reni, Hotline ini khusus untuk penanganan Covid-19 saja, bukan seperti Hotline yang sekarang dipunyai Pemkot yang sifatnya umum.

“Jadi ada peran serta masyarakat turut ikut dalam penanganan Covid-19 dimasa PSBB,” ujar Reni.

Terkait sejumlah fraksi mengusulkan pansus di dalam percepatan penanganan pandemi covid-19.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti lebih melihat bagaimana saat ini DPRD Surabaya dengan Pemkot Surabaya memperkuat persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berjalan lebih efektif.

“Jadi itu yang saya pikirkan. Katakanlah sekarang proses PSBB dari Kementerian Kesehatan, diterbitkan Pergub dan Perwali. Teknisnya seperti apa dan ada masa sosialisasi hingga awal Mei PSBB diterbitkan,” terang dia.

Lanjutnya, sehingga ketika PSBB dilakukan Pemkot Surabaya di hari pertama sudah benar-benar efektif dan siap.

“Jadi tidak ada lagi pertanyaan warga bedanya diterapkan PSBB dan sebaliknya. Jadi saya kira ini yang menjadi fokus bersama-sama. Saya berharap teman-teman dewan memberikan masukan konstruktif dan meminta pemkot untuk menindaklanjutinya,” pungkasnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours