Pasar Kapasan Kembali Dibuka, John Thamrun Minta Semuanya Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, John Thamrun (baju merah) saat mengawal orang tidak tertib mengikuti protokol kesehatan untuk keluar area pasar Kapasan (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Para pedagag pasar Kapasan merasa bersyukur atas dibukanya kembali operasionanya, Sabtu (18/04) setelah sempat dilakukan penutupan 14 hari karena diduga kepala UPT pasar Kapasan terpapar covid-19. Saat kembai dibuka, sejumah pedagang tampak sibuk mengemasi barang-barang yang sempat diamankan oleh para pedagang. Pembukaan pasar Kapasan dengan protokol kesehatan yang sangat-sangat ketat.

Walaupun diperketat keluar masuk dengan protokol kesehatan, namun masih ada beberapa orang yang tanpa mengenakan masker atau maskernya tidak dipakai. sehingga membuat anggota Komisi B DPRD kota Surabaya dari fraksi PDIP, John Thamrun berang. Dirinya yang berada ditengah-tengah pasar Kapasan sejak pagi hari, terus berkeliling sembari menghimbau pada orang yang keluar masuk pasar Kapasan, agar selalu memakai masker dan wajib masuk bilik steril yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Satu hal yang perlu disadari oleh masyarakat bahwa Pasar Kapasan sekarang dibuka, tempo hari sempat ditutup ini merupakan salah satu pembelajaran,” ungkap John Tamrun.

John Thamrun bantu pedagang agar barang yang kelaur masuk harus masuk bilik Steril (JB01)

Dari peristiwa ini, masyarakat juga diminta menyadari pentingnya mencegah penyebaran virus covid 19 di area sekitarnya dengan tertib mengikuti protokol kesehatan. Agar tidak terulang kejadian penutupan pasar yang berimbas pada tidak berputarnya roda perekonomian di pasar grosir yang berada di Surabaya utara ini, ujar John.

“Saya bersyukur pemerintah kota surabaya respon kepada pedagang Pasar Kapasan dan masyarakat untuk membuka,” papar JT panggilan akrab John Thamrun.

JT dengan tegas mengingatkan pada semua orang yang terlibat langsung di pasar Kapasan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang dijalankan. Kalau tidak kata dia, tidak dilaksanakanya SOP dalam Physical Distancing, maka yang terjadi adalah masyarakat berpotensi akan terjangkit virus Covid-19.

“Kejadian di Pasar Kapasan ini merupakan salah satu pembelajaran bagi masyarakat luas, baik itu pedagang maupun masyarakat sendiri,” ungkapnya.

Untuk itu, John Thamrun mengimbau, agar selalu memakai masker, menjaga jarak, sering cuci tangan agar tidak terjangkit virus tersebut, kalau sampai terjangkit maka efeknya akan mengganggu sistem perekonomian, contoh yang sudah terjadi di Pasar Kapasan.

“Tapi kita patut bersyukur, bahwa di Pasar Kapasan sampai hari ini tidak terjadi penyebaran Covid-19,” katanya.

Kedepannya, kata John Thamrun, bukan berarti dipastikan dijamin aman, tetapi semua tergantung dari masyarakat baik itu pembeli maupun pedagang masuk ke Pasar Kapasan harus tetap menjaga tinggi disiplin SOP Physical Distancing yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan respon yang baik kepada pemerintah kota surabaya untuk bekerja sama menjaga SOP Physical Distancing dengan baik.

Salah satu pedagang yang buka masker diminta keluar dan kembali masuk lewat bilik Steril oleh John Thamrun (JB01)

“Kesadaran dari masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga diri masing-masing dan saling mengingatkan kepada orang lain supaya menjaga jarak dan memakai masker,” urainya.

John sempat meminta orang yang tidak tertib mengikuti protokol kesehatan untuk keluar dan kembali melewati bilik steril untuk masuk kembali dan wajib pakai masker.

JT meminta supaya PD Pasar Surya untuk dapat bekerjasama dengan instansi lain seperti Salpol PP dan Linmas untuk bisa ditempatkan atau berpatroli memantau pedagang maupun pembeli untuk selalu pakai masker. “Ya, ini sangat penting dilakukan, mengingat ada ribuan orang yang akan berlalu lalang di pasar Kapasan pasca dibuka kembali,” tukasnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours