PW Fatayat NU Jawa Timur Produksi 50.000 Masker Dengan Gerakkan 47 UKM

Ketua PW Fatayat NU Jatim, Dewi Winarti, didamingi Wakil Ketua Bidang Organisasi PW Fatayat NU Jatim Camelia Habiba saat melihat langsung proses produksi masker.  (*JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Dampak wabah virus corona telah meluluh-lantangkan sendi-sendi perekonomian bangsa ini. Sejak Indonesia terdampak pandemi covid-19, sektor perekonomian bangsa menjadi hantaman virus mematikan ini, akibatnya perekonomian bangsa menjadi kurang stabil. Banyak pelaku UKM yang tidak mampu melaksungkan kegiatannya, banyak pula pekerja yang di PHK, karenat perusahaan tidak mampu lagi membayar biaya produksi dan kelangsungan operasional.

Ditengah ketidakstabilan ekonomi akibat hantaman wabah virus corona ini, salah satu gagasan dari Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Jawa Timur, dengan pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi bagian untuk mengentas UKM yang terancam tidak memiliki penghasilan lagi, ditegaskan Ketua PW Fatayat Jawa Timur, Dewi Winarti.

“Kami menggandeng sedikitnya 47 UKM untuk melakukan proses produksi 50.000 masker untuk Jawa timur,” paparnya, Sabtu (11/04) di Surabaya.

Dewi menambahkan, PW Fatayat NU Jatim ini berinisitif, agar 47 UKM yang berada di desa Tebel Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini, awalnya merupakan UKM yang memproduksi sepatu. Namun, akibat adanya wabah virus corona akhirnya untuk sementara diperdayakan untuk memproduksi masker.

Saat itu, pengrajin sepatu di desa Tebel Timur, tersebut terancam tak memiliki penghasilan akibat menurunnya permintaan sepatu dari mitra-mitra penjual yang selama ini menjadi mitra produksinya, ungkap  Camelia Habiba yang turut mendampingi Ketua PW Fatayat NU Jatim.

“Hapir semua usaha sepatu di desa Tebel ini tidak lagi bergairah, lataran order yang sepi. Dengan pemberdayaan ini mereka kembali bersemangat kembali, karena secercah harapan muncul dalam kehidupan mereka,” terang Habiba.

“Jalanan kan sepi dan toko-toko banyak yang tutup. Saya dan suami bingung apa yang harus dilakukan. Lalu saya membuat pentol dan menjualnya di sekolah. Ternyata sekolah juga diliburkan. Saya makin bingung karena tidak tahu harus berbuat apa,” kata Ilmi Nafi’ dikutip dari NU Online, Kamis (9/4).

Alhamdulillah, masa-masa sulit itu mulai terurai. Saat ini ia kembali bisa mendapat penghasilan melalui program pemberdayaan yang digagas oleh Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Sebelumnya, PW Fatayat NU Jatim menggalang donasi kain perca untuk bahan kain masker. Donasi yang terkumpul kemudian diserahkan kepada para penjahit sekaligus ongkos jahitnya.

“Saya bersyukur sekali bisa dibantu oleh PW Fatayat NU Jatim dengan diberi order untuk menjahit masker kain. Apalagi saya di sini tidak sendirian, bisa mengajak sekitar sepuluh orang untuk menggarapnya bersama-sama,” kata Ketua Pengurus Ranting Fatayat NU Tebel Timur ini.

Bekal dirinya yang pernah ikut pelatihan menjahit dari PW Fatayat NU Jatim ini membuat bersemangat lagi. Pelatihan menjahit dimaksud bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Untuk meningkatkan hasil produksinya, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Dewi Winarti juga meminjamkan satu set mesin jahit kepada Ilmi Nafi’ pada Kamis (9/4) di rumahnya.

Ia datang bersama Ketua NU Care-Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur, Ahmad Afif Amrullah dan beberapa pengurus. Yakni Ely Rosyidah (wakil ketua bidang kesehatan), Hj Camelia Habibah (wakil ketua bidang organisasi), Nur Khosi’ah (koordinator bidang hukum, politik dan advokasi) serta Agung Purwanto (bendahara NU Care-LAZISNU Jatim).

“Alhamdulillah masyarakat merespons baik program donasi kain perca itu,” kata Dewi Winarti.

PW Fatayat NU Jatim memperoleh banyak bantuan yang salah satunya dari produsen sarung BHS. Kalau diproduksi semua, kain itu bisa menjadi sekitar 30 ribu masker. Tapi awalnya masih kesulitan dengan ongkos jahitnya yang membutuhkan dana sekitar Rp 60 juta.

“Alhamdulillah melalui Satgas NU Jatim Tanggap Covid-19, NU Care-LAZISNU Jatim bisa berkolaborasi dengan kami ikut membiayai ongkos jahitnya,” ungkap Dewi Winarti.

Ketua NU Care-LAZISNU Jatim Ahmad Afif Amrullah menambahkan, kolaborasi melalui program ini setidaknya memiliki dua manfaat sekaligus. Pertama, masyarakat yang ekonominya terdampak akibat wabah virus Corona bisa mendapat penghasilan dengan menjahit masker kain.

“Kedua, kain masker yang sudah diproduksi nanti bisa dibagikan secara gratis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam rangka mencegah corona,” ungkapnya.

Sementara ini, PW Fatayat NU Jatim dan NU Care-LAZISNU Jatim sudah mengkoordinir 47 penjahit di Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung dan Mojokerto. Untuk mendukung program pemberdayaan ini masyarakat juga bisa memberikan donasi melalui rekening Bank Syariah Mandiri No. 719-9899-998 atas nama PW LAZISNU Jatim dengan terlebih dahulu konfirmasi ke nomor gawai: 0896-3009-2626. (NU/JB01)

 

Share this post

No comments

Add yours