Penggunaan Bilik Steril Masih Menjadi Perdebatan Dikalangan Ahli

Sekretaris Komisi D DPRD kota Surabaya, dr Akmaria Kadir (JB01)

Dr. Akmarawita Kadir., M.Kes., AIFO
⁃ Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya
⁃ Sekretaris Komisi D, DPRD kota Surabaya

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Disinfektan yang disemprotkan pada manusia menjadi perhatian sejumlah ahli kesehatan. Ada yang mengatakan aman dan ada juga yang tidak aman bagi kesehatan manusia.

Guru besar Farmasi UNAIR menegaskan bahwa bahan desinfeksi yang digunakan dalam bilik Steril aman. Namun, penyatan itu dimetahkan oleh dr Akmarawita Kadir yang juga sebagai Sekertaris Komisi D DPRD kota Surabaya.

“Saya mendengar pemkot Surabaya akan membuat dan memasang banyak alat bilik sterilisasi yang menggunakan bahan desinfektan, yaitu dengan menggukan Benzalkonium Chloride, dan juga ada yang bilang bahan yang menggunakan Benzalkonium Chloride (BAC) aman dan seterusnya, ini harus di tinjau kembali, karena banyak hal yang perlu dipertimbangkan,” ungkap dr Akma, pada jurnalberita.id, Senin (30/03) lewat sambungan teleponnya.

Alasan Pertama, kata dr Akma, bahan yang menggunakan BAC memang bisa digunakan pada benda-benda mati, seperti kursi, gagang pintu, dinding rumah, dan kandang hewan, tetapi disemprotkan pada manusia harus dipertimbangkan karena efeknya, bahan ini bisa menyebabkan iritasi mukosa (saluran pernapasan, mata, luka), reaksi alergi, pada kulit bisa menyebabkan hiperplasia epitel bahkan ulkus (luka), pada penelitian dapat merangsang peradangan pada usus, dan menyebabkan kanker usus besar pada penggunaan kadar yang rendah, walaupun penelitian ini masih pada tikus, tetapi patut dipertimbangkan untuk tidak mengunakan bahan ini, dan menghindari bahan lain seperti klorin yang mempunyai efek yang merugikan manusia juga.

Alasan Kedua, lanjutnya, Bilik Sterilisasi ini sebenarnya menurut saya, ketika sudah masuk ke dalam bilik dan keluar kita tidak pernah mencapai steril, kalu mau steril itu harus Zero kuman, jadi sifatnya mengurangi jumlah mikroorganisme patogen saja. Jadi sebaiknya mengganti dengan bahan lain yang sifatnya antiseptik dengan fungsi yang sama dan relatif lebih aman itu adalah langkah yang sangat bijak.

Dokter Akma menambahkan, ada sistem OZON , ini relatif lebih aman, karena kandungannya adalah air dengan teknik ozonisasi ini juga bisa menjadi alternatif.

“Alternatif lain yang menurut saya, paling aman adalah ya kita membawa 2 set pakaian ke kantor, nanti sampai di kantor kita mengganti pakaian. Karena pakaian kita dari rumah kan sudah di cuci dan sudah di setrika, pasti minim mikroorganisme patogen,” tukasnya.

Share this post

No comments

Add yours