Pakai Drone Disinfektan Canggih…., APD Yang Dipakai Petugas Medis Puskesmas Tidak Sesuai SOP

Walikota Surabaya seprotkan disinfektan dengan drone (*)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Beberapa waktu yang lalu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengunggah dalam chanel Youtube nya terkait penyemprotan dengan media Drone yang diprakarsai asosiasi Drone Surabaya. Ratusan viwer mengunjungi chanel youtube yang diunggahnya soal penyemprotan dengan media drone di salah satu perkampungan hanya untuk mendapat perhatian warga. Namun ditengah kondisi yang memprihatnikan saat ini, Walikota Surabaya dianggap kurang peka dengan keadaan yang terjadi sekarang. Sehingga banyak kalangan yang mengkritisi hal tersebut.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah menanggapi persoalan itu, “Surabaya canggih guys…, ini ngak jelas …, suruh jadi Youtuber saja…, kalau korban masih banyak, berarti ngak bener ini….! Ukurannya adalah jumlah korban baik ODP dan PDP serta yang terinfeksi positif Covid-19  jumlah yang meninggal berapa banyak. Kalau jumlah korban bertambah banyak, berarti yang dia lakukan salah…!!,” ujar Laila, Rabu malam (25/03) pada jurnalberita.id

Disampaikan Laila, harusnya Walikota Surabaya lebih memperhatikan lebih serius terkait dengan pengadaan alat perlindungan diri (APD) di setiap Puskesmas. Seperti yang dilakukan teman-teman fraksi PKB, saat melakukan peninjauan langsung dilapangan. “Kemaren ditemukan APD yang dikenakan petugas medis Puskesmas Peneleh menggunakan jas hujan ekonomis yang terbuat dari plastik kresek. Ini kan memperhatikan kita semua,” ujar Laila.

Drone Disinfektan Surabaya disalah satu perkampungan (*)

Sangat disayangkan, lanjut dia, ditengah APBD yang mencapai Rp 10, 3 triliun, Puskesmas hanya dilengkapi APD yang tidak sesuai SOP kesehatan penangan covid-19. “Padahal ada cadangan anggaran sebesar Rp 13 miliar untuk pos-pos yang bisa dipakai oleh Dinas Kesehatan untuk melengkapi keperluan guna penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Ini artinya apa, Pemkot kurang serius dalam menangani permasalahan pandemi covid-19. Untuk itu pihaknya meminta agar Walikota Surabaya tidak hanya melakukan pencitraan pada masyarakat ditengah wabah yang merambah dunia internasional saat ini. “Dengan bertambahnya korban pandemi covid-19 tentu akan menjadi sorotan kita terhadap apa yang telah dilakukan Pemkot Surabaya,” tandas Laila.

Buktinya masih ditemukan berbagai permasalahan dilapangan seperti di Kelurahan. Yang mana, pengadaan dan persediaan peralatan medis harusnya sesuai dengan SOP penangan Covid-19, ujarnya. (JB01)

inilah salah satu video saat Walikota Surabaya melakukan Drone Disinfektan diperkampungan

Share this post

No comments

Add yours