Blusukan Di Surabaya Plaza, Mahfudz : Managemen Hanya Sediakan Hand Sanitizer Isi Cairan Alkohol

Sekretaris Komisi B, DPRD Surabaya dari fraksi PKB, Mahfudz (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Dampak isu wabah virus corona yang mengancam secara global masyrakat internasional juga mengancam kota Surabaya. Efek itu membawa pengaruh yang signifikan terhada keangsungan dunia usaha. Terlihat saat, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya saat blusukan di pusat perbelanjaan Plaza Surabaya (Delta Plaza)  jumlah pengunjung pusat perbelanjaan ini tampak lengang. Selain itu pihak managemen Plaza Surabaya itu tidak menyediakan alat Digital Thermometer infrared dan hand Sanitizer. Tidak hanya itu, petugas untuk mengecek suhu tubuh pengunjung ke pusat perbeanjaan tersebut tidak ada.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari fraksi PKB, Mahfudz menyayangkan pihak manegemen Surabaya plaza itu. Menurut Mahfudz, seharusnya pihak menagemen turut peduli dengan ancaman yang tengah melanda dunia ini. Untuk itu, dirinya akan menyampaikan pada Dinas terkait untuk memberikan himbauan agar tempat-tempat keramaian agar dilakukan pengecekan suhu badan pengunjung Mall. “Ini guna mengantisipasi peyebaran luas virus corona secara sporadis,” paparnya pada awak media, Kamis (19/03) di pusat erbelanjaan Surabaya Plaza

Melihat ramenya isu wabah corona secara global, Mahfudz berinisiatif menghimbau agar pihak mangemen Surabaya Plaza ikut peduli memperhatikan keselamat pengunjung dari bahaya merambahnya virus Corona.

Walau tampak lengang tidak seperti biasanya, Mahfudz menekankan agar pengunjung Surabaya Plaza untuk tidak panik dengan ancaman bahaya virus Corona. Namun biasakan pola hidup sehat dan bersih, serta makan makanan bergizi dan berolah raga secara teratur.

Selain memantau Surabaya Plaza, Mahfudz juga sempat berinteraksi dengan sejumlah penjaga gerai maupun stan makanan yang berada di sudut lantai mall. Ia mengorek sejumlah informasi termasuk lajunya omset pendapatan selama tiga hari terakhir.

“Memang sesuai klaim dari sejumlah pegawai dan penjaga outlet memang jumlah pengunjung mulai turun drastis. Artinya ini nanti jika berdampak signifikan terhadap geliat ekonomi Surabaya. Ini baru di satu mall, belum tempat lainnya,” urai Mahfudz.

Senada, Lely penjaga outlet es krim di lantai 2 Surabaya Plaza mengakui, jumlah pengunjung sangatlah lengang daripada hari biasanya. Semenjak isu corona masuk di Surabaya, turut berpengaruh pada jumlah pengunjung yang datang. Lely juga mengungkapkan, penjualan makanan yang dilayaninya juga turun hampir 80 persen.

“Sepi mas, dari hari-hari biasanya. Biasanya pengujung padat, ini kelihatan sangat lengang. Mulai sepinya sejak tiga hari lalu (Senin),” tuturnya.

Seperti diketahui,  managemen Surabaya Plaza hanya menyediakan botol Hand Sanitizer yang isinya hanya cairan Alkohol diletakkan di atas meja, praktis pengunjung secara mandiri yang memakainya. Tak semua pengunjung terlihat menggunakannya untuk antisipasi kebersihan tangannya. Karena tidak ada petugas yang menjaga, tidak hanya itu pengecekan suhu badan para pengunjung tidak juga dilakukan oleh managemen Surabaya Plaza

“Saya harap pihak penjaga atau pengelola mall lebih aktif dan waspada kepada pengunjung mall yang datang. Kalau tidak membagi masker, minimal cek suhu atau menyodori Hand Sanitizer pada pengunjung,” pungkas Mahfudz. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours