Tagih Janji Risma Soal Surat Ijo, Emak-emak Menyesal Pilih Risma

Warga emak-emak emegang surat ijo lakukan aksi turun kejalan tagih janji Risma bebaskan surat ijo tana syarat (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Terus berjuang menuntut haknya pada Walikota Surabaya untuk membebaskan status surat ijo. Warga pemilik surat ijo Surabaya terus menagih janji politik Risma untuk membebaskan lahan surat ijo menjadi Sertifikat tanpa syarat. Menginjak Minggu ke tujuh, Senin (16/3/20), warga pemegang Surat ijo kembali turun kejalan guna menyuarakan keadilan atas hak mereka yang meras telah dirampas oleh Walikota Risma, aksi yang mereka lakukan di depan Balaikota Pemkot Surabaya, sempat memantik perhatian halayak ramai.

Aksi turun jalan yang dilakukan emak-emak pemegang surat ijo turut menyampaikan aspirasinya. Dengan orasi yang lantang membakar semangat, seakan perjuangan mereka tidak akan pernah surut dan terus berlanjut hingga Walikota mengabulkan tuntutannya.

Salah satu peserta aksi emegang surat ijo, Wiwiek warga Pucang Adi, Surabaya mengatakan, hingga minggu ke tujuh ini dirinya dan warga yang lain pemegang surat ijo menagih janji politik Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk melepaskan surat ijo menjadi sertifikat tanpa syarat.

Wiwiek mengungkapkan, terpilihnya Risma menjadi Walikota Surabaya awalnya menjadi harapan baru bagi warga pemegang surat ijo. Akan tetapi sangat disayangkan, hingga dua periode Risma menjabat Walikota Surabaya justru tidak pernah mengabulkan janji-janji politiknya saat debat Pilwali beberapa tahun yang lalu.

Ia mengaku menyesal telah memilih Risma saat Pilkada Surabaya. “Saya menyesal memilih Risma,” cetusnya, Senin (16/03).

Hal senada juga dilontarkan Yayuk, warga Kertajaya ini juga menyampaikan penyesalannya telah memilih Risma saat Pilkada Surabaya berlangsung. Tidak Yayuk dan Wiwiek, Jeni Supit juga meras menyesal punya Walikota Risma. Warga Barata Jaya itu juga mengemukakan penyesalannya turut memenangkan Risma saat Pilwali Surabaya. hal yang sama. Ketiganya menuntut agar Walikota Surabaya Risma dapat memnuhi apa yang dijanjikan pada warga megang surat ijo. “Segera membebaskan surat ijo dan menyerahkan ke warga tanpa syara,” beber mereka.

Kesempatan lain, Jurreta Warga, Ngagel Surabaya mengungkapkan, Pemkot Surabaya telah banyak melakukan penggusuran terhadap warga pemegang surat ijo. “Tidak hanya rumah warga, sekolah, rumah sakit juga terkena dampak kebijakan Pemkot Surabaya yang semena-mena itu,” tukas Jurreta. (RAWA/JB01)

Share this post

No comments

Add yours