Komisi D Akan Panggil Dinkes Surabaya Terkait Kelangkaan Masker & Hand Sanitizer

Salah satu gerai health care di Tunjungan Plaza 1 Surabaya (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Pernyataan yang disampaikan oleh dokter Akmarawita Kadir, Sekretaris Komisi D, bidang Kesejahteraan DPRD kota Surabaya ternyata bukan sekedar penggiringan opini publik. Fakta dilapangan saat media jurnalberita.id melakukan pengecekan dibeberapa apotek dan toko health di Surabaya, persediaan masker dan cairan hand Sanitizer sejak seminggu yang lalu habis.

Kelangkaan masker dan cairan hand Sanitizer tersebut ditegaskan salah satu karyawan Watsons health di Tunjungan Plaza (TP) 1 Surabaya yang enggan namanya dipublikasikan. “Sudah semingguan mas kosong, kalaupun ada harganya dua kali lipat dari harga normalnya,” terangnya, Sabtu malam (14/03) saat ditanya media ini.

Lanjut dia, biasanya selalu ada, sejak isu merebaknya kasus virus Corona para pengunjung TP pada membeli masker, sedang kiriman dari distributor juga terbatas.

Seminggu yang lalu, Sekretaris Komisi D DPRD kota Surabaya, dr Akmarawita Kadir yang merupakan adik kandung Adies Kadir, anggota DPR RI Komisi III menyampaikan bahwa masker dan cairan hand Sanitizer mengalami kelangkaan di beberapa Apotek di Surabaya.

Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya dari fraksi partai Golkar, dr Akmarawita Kadir saat melakukan pengecekan kelangkaan Masker dan Hand Sanitizer (JB01)

Rencananya Komisi D DPRD kota Surabaya akan memanggil Dinas kesehatan dan jajaran samping guna meminta penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan kota Surabaya, guna memastikan penyebab kelangkaan masker dan cairan hand sanitizer di Surabaya.

“Minggu depan kita jadwalkan untuk memanggil Dinas Kesehatan guna mendapatkan penjelasan akan langkanya masker dan cairan hand Sanitizer di Surabaya,” papar dr Akma, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp nya.

Dokter Akma menambahkan, beberapa Apotek di Surabaya memang menyampaikan, bahwa stok masker dan cairan hand Sanitizer kehabisan dan distribusi dari distributor juga terbatas.

“Kalau ini tidak segera ditangani dengan serius, justru kami khawatir akan menimbulkan dampak gejolak sosial berupa kepanikan publik,” terangnya.

Untuk itu pihaknya perlu meminta penjelasan pada Dinas Kesehatan serta jajaran samping guna memberikan keterangannya, sambungnya.

“Guna memastikan hal itu, diharapkan Dinkes dapatnya menyampaikan fakta real. Sehingga kami turut mencarikan solusinya seperti apa langkah untuk mengatasi kelangkaan masker dan hand sanitizer ini,” tukas dia.

Baru selanjutnya, kata dr Akma, disusun strategi cara mengatasi kelangkaan ini. “Kita cari tahu langkanya kenapa?, apakah ada pihak-pihak yang bermain?. Oleh karenanya, komisi D akan meminta pada jajaran samping untuk melakukan penyelidikan atas kelangkaan masker dan cairan hand Sanitizer di Surabaya,” tukas dr Akma. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours