Dugaan Pencabulan, Pendeta HL Dilaporkan Ke Polda Jatim

Pendeta Gereja HFC, HL dilaporkan ke Polda Jatim terkait dugaan pencabulan jema’atnya (*JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Dugaan pencabulan seksual yang dilakukan oleh pendeta HL terhadap salah satu anak wanita jema’atnya di Gereja Happy Family Center (HFC) akhirnya dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh aktivis Perempuan, Jeannei Latumahina. Diduga pelaku pencabulan tersebut dilakukan oleh HL sejak 17 tahun yang lalu, saat IW masih berumur 9 tahun.

Peristiwa dugaan pencabulan ini terkuak saat IW hendak menikah diusianya yang menginjak 26 tahun. Sedang pemberkatan pernikahannya akan dilakukan pendeta HL. Diketahui orang tua korban IW merupakan donatur terbesar di gereja HFC dan merupakan sahabat dekat pendeta HL.

Kasus ini sebetulnya sudah mencuat sejak 25 Desember 2019 bertepatan dengan perayaan hari Natal dan menjadi perguncingan jema’at saat itu, di gereja Happy Family Center (HFC). Ternyata, kasus dugaan pencabulan yang dialami jemaat HFC itu belum kelar juga.  Justru terkini  keluarga korban melaporkan Pendeta HL ke Polda Jatim.

Aksi pencabulan ini disebut telah dilakukan selama 17 tahun atau sejak korban berusia 9 tahun. Pendeta HL tersebut telah dilaporkan korban sejak tanggal 20 Februari 2020 di Polda Jatim. Laporan tersebut telah diterima dengan Nomor LP : LPB/155/II/2020/UM/SPKT.

Korban berinisial IW dan keluarganya meminta bantuan aktivis Perempuan dan Anak, Jeannie Latumahina, untuk mengawal proses hukum yang berlangsung di Polda Jatim

Jeanne yang diperintahkan keluarga korban untuk mengawal kasus tersebut membenarkan, adanya laporan oleh pihak keluarga korban atas perbuatan pendeta HL ke Polda Jatim.

Melaporkan perbuatan tidak senonoh itu ke Polda Jatim. Dirinya mengakui jika pihak keluarga korban untuk melaporkan kejadian ini. “Atas perintah dari pihak keluarga korban, saya melakukan pengawalan kasus ini dan mengkonfirmasi lebih lanjut di SPKT Polda Jatim mewakili pihak keluarga korban pada hari Senin (02/03),” paparnya.

Untuk diketahui, bahwa pendeta HL pernah terkait sengketa gedung PDAM di jalan Basuki Rahmat, Surabaya. (*JB01)

 

Share this post

No comments

Add yours