Relawan Mengaku Bu Mantik, KIPP Jatim: Bawaslu Harus Panggil Camat dan Lurah Se Surabaya

Ilustrasi

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya memutuskan Eri Cahyadi tidak melanggar aturan.

Keputusan tersebut berdasar hasil rapat pleno, pasca pemanggilan dugaan berpolitik dan dukungan dalam Pilwali Surabaya 2020.

Disisi lain, kehadiran ratusan relawan yang turut melakukan aksi di halaman kantor Bawaslu, menjadi sorotan.

Sebab, sebagian relawan mengaku mereka adalah kader Ibu Pemantau Jentik (Bu Mantik). Bahkan patut diduga aksi mereka dibayar senilai Rp 50 ribu.

Ketua Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jatim  Novly Thyssen menyayangkan hal itu.’’Mengingat aktifitas demostrasi bukan merupakan bagian dari SOP sebagaimana tugas Bu Mantik,’’ katanya, Kamis (20/02).

Ia menerangkan, seharusnya tugas dari Bu Mantik sendiri adalah melakukan kegiatan pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk.

Terutama pemeriksaan penampungan air hujan. ’’Bukan ikut ambil bagian dukungan secara politik,’’ imbuh Novly.

Mantan Komisioner Bawaslu Surabaya ini menyarankan, agar ada pemanggilan para Camat di wilayah para kader Bu Mantik yang terindikasi mengikuti aksi.

’’Bu Mantik ini ditunjuk melalui SK Camat dan anggaran operasional bersumber dari APBD. Sehingga perlu diselidiki apa ada dugaan mobilisasi,’’ terang Novly.

Pasalnya, dugaan pengerahan kader Bu Mantik tersebut terindikasi ada. Terlebih berkaitan dengan dukungan secara politis terhadap ASN dalam kontestasi politik.’’Bawaslu seharusnya punya sensitifitas itu,’’ imbuh dia.

Diketahui, Ratusan relawan emak-emak melurug kantor Bawaslu Surabaya senin kemarin. Mereka meneriakkan dukungan untuk Eri Cahyadi yang tengah diklarifikasi oleh Bawaslu Surabaya.

Pemanggilan tersebut dilakukan lantaran beredarnya spanduk dan selebaran Eri Cahyadi dalam kontestasi Bakal Calon Walikota Surabaya 2020.(*JB01)

Share this post

No comments

Add yours