Kehadiran Ka Kominfo, Kabag Hukum dan Bu Mantik Di Bawaslu Disoal Komisi A

Wakil Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya, Camelia Habiba (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Komisi A DPRD kota Surabaya hari ini Rabu (19/02) memanggil inspektorat dalam rapat hearing terkait kehadiran Kepala Kominfo, Kabag Hukum dan Bu mantik di Bawaslu kemaren, Selasa (18/02).

Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Camelia Habiba menyayangkan kehadiran Kepala Kominfo M Fikser, dan Kabag Hukum Ira Tursilowati di kantor Bawaslu Surabaya.

“Pemanggilan Eri Cahyadi oleh Bawaslu adalah persoalan pribadi karena beliau berstatus sebagai ASN. Ini bukan atas nama lembaga ataupun instansi,” tanya Habiba pada inspektorat yang hadir memenuhi undangan Komisi A.

Komisi A mengundang inspektorat maksudnya agar ASN tetap netral dan tidak terlibat politik praktis menjelang Pilkada Surabaya 2020. “ASN harus netral tidak terlibat politik praktis jelang Pilkada Surabaya,” ucap Ning Biba panggilan Wakil Ketua Komisi A ini.

Apalagi kehadiran M Fikser selaku Kepala Kominfo dan Kabag Hukum Ira Tursilowati hadir di Bawaslu, ini yang perlu kita Pertanyakan, tanya Ning Biba.

“Kapasitas mereka ini sebagai apa?, Apakah kehadiran mereka sebagai sahabat, teman atau mewakili instansi Pemkot Surabaya. Padahal mereka masih berstatus ASN,” papar Ning Biba.

Padahal lanjut Ning Biba, sesuai amanah Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 dan Peraturan Walikota Surabaya nomor 47 tahun 2018 Bab IV tentang larangan ASN untuk tidak ikut serta dalam kegiatan politik praktis.

Kepala Inspektorat kota Surabaya, Basari saat hadir dalam rapat Hearing Komisi A (JB01)

“Dalam ketentuan PP dan Perwali tersebut sudah jelas dan gamblang ditegaskan. Agar ASN menjaga netralitas mendukung dalam kegiatan politik Presiden maupun Pilkada,” urai Ning Biba.

Ning Biba menambahkan, warga Surabaya sangat sayang pada Bu Wali. Justru karena wujud cinta pada Walikota Surabaya Tri Rismaharini itu.

“Komisi A meminta agar inspektorat melakukan inspeksi pada mereka untuk menanyakan kehadiran mereka (kepala Kominfo, Kabag Hukum) ikut hadir mendampingi Eri Cahyadi,” kata politisi PKB ini.

Dan soal Bu mantik perlu diketahui, bahwa Bumantek itu adalah program pemerintah melalui monitoring Puskesmas, Camat hingga Lurah. Yang mana, sambung Habiba, program tersebut dianggarkan dari APBD kota Surabaya, beber Ning Biba.

“Kalau sekarang mereka memanfaatkan bu Mantik untuk kegiatan politik praktis, kami selaku legislatif mempertanyakan hal tersebut,” tegasnya.

Sementara kepala Inspektorat kota Surabaya, Basari menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan inspeksi dan menanyakan pada Kepala Kominfo dan Kabag Hukum.

“Nanti dari hasil rapat ini, kami akan menanyakan pada pak Fikser sama Bu Ira,” papar Basari.

Kapasitas beliau berdua yang turut hadir mendampingi pak Eri ke kantor Bawaslu, “Kita akan tanyakan pada mereka berdua,” ungkapnya.

Terkait Bu mantik yang turun mendukung pak Eri juga menjadi perhatiannya. Oleh karenanya, inspektorat akan melakukan inspeksi dan mencari tahu soal dukungan Bumantek yang hadir di Bawaslu, tegas Basari. (JB01)

 

 

Share this post

No comments

Add yours