KADIN JATIM Dorong Percepatan Membangun Induatri Hulu

Salah satu pabrik di kawasan Rungkut Industri (3R1/JB01)

JURNALBERITA.ID  –  SURABAYA  Kadin Jatim terus mendorong percepatan membangun industri hulu di Indonesia, pasalnya belum banyak investor yang berani karena terbentur biaya yang sangat besar.

Tommy Kaihatu, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Promosi Luar Negeri Kadin Jatim mengungkapkan,sejak era orde baru industri hulu di Indonesia tidak banyak yang melirik. Selain karena investasi sangat besar, market juga lebih sulit dibanding menjual bahan mentah.

“Padahal kita memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sudah saatnya kita bangkitkan industri hulu untuk menghilangkan ketergantungan Indonesia yang sangat besar pada luar negeri,” katanya saat dihubungi jurnalberita.id Selasa (18/2/2020)

Dijelaskan Tommy, karena Indonesia tidak banyak memiliki industri hulu yang bisa diandalkan. Misalkan bijih plastik, sangat sulit untuk menemukan di Indonesia. Kalaupun ada, harganya jauh di atas harga bahan baku dari China.

“China memiliki tiga hal yang menjadikan mereka sebagai market leader. Pertama konsistensi kualitas, konsistensi harga dan konsistensi kuantitas. Ketiga hal inilah yang kemudian menjadikan China sebagai raksasa besar di dunia. Sementara industri dalam negeri sangat sulit untuk memenuhi tiga kriteria tersebut,” jelasnya.

Sementara Data Badan Pusat Statistik Jatim menunjukkan, impor non migas Jatim dari China pada 2019 mencapai 5,872 miliar dolar Amerika atau sekitar 337,43 persen dari total impor Jatim sapanjang 2019 yang mencapai 18,930 miliar dolar Amerika. Sementara ekspor non migas Jatim ke China sepanjang 2019 mencapai 2,299 miliar dolar Amerika, atau sekitar 16,19 persen dari total ekspor non migas Jatim di 2019 yang mencapai 19,369 miliar dolar Amerika Serikat. (3R1/JB01)

Share this post

No comments

Add yours