Dugaan Kampanye Eri Cahyadi, KIPP Jatim Sayangkan Ada Pembiaran dari Walikota Risma*

Spanduk Eri Cahyadi bersama Tri Rismaharini bertebaran (*JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jatim, Novli Thyssen menyayangkan adanya pembiaran dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini tentang dugaan berpolitik yang dilakukan oleh Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi.

Risma dikatakan Novli seharusnya mengambil tindakan terhadap ASN di Pemkot Surabaya.’’Kalau tidak ada berarti mengamini apa yang dilakukan. Sangat disayangkan karena menjadi interpretasi buruk di masyarakat tentang netralitas Kepala Daerah dan ASN,’’ terangnya, Minggu (16/02)

Selain itu, track record Risma sebagai Walikota Surabaya dua periode ini sangat baik. Skala nasional maupun warga Surabaya khususnya.

Masa jabatan Risma sudah memasuki senja. Sebagai Kepala Daerah, netralitas harus dijaga. Menenangkan masyarakat Surabaya yang bereuforia memberikan dukungan kepada ASN diduga berpolitik.

Terlebih memberikan teguran kepada Eri Cahyadi.’’Seharusnya seperti itu. Lantaran statusnya sebagai ASN Birokrat Pemerintah Kota Surabaya,’’ terang Novli.

Sayangnya, yang terjadi berdasarkan pantauan KIPP Jatim hal itu tidak dilakukan. Buktinya, selebaran sosialisasi terkait Pilwali, spanduk, dan aktifitas berbau kampanye menjadi temuan di lapangan.

Pemasangan spanduk dinilai Novli juga melanggar Perda Tata Ruang Kota.’’Ini berbicara pada letak pemasangan. Seperti di satu tiang ke tiang listrik. Di titik lokasi pemasangan yang tidak sesuai peruntukkan. Kenapa tidak ditertibkan,’’ kata dia.

Pemilu dikatakan Novli fair and play. Semua punya kesempatan sama tidak boleh berpihak kepada salah satu pasangan calon.’’Yang terpampang di spanduk jelas berdampingan dengan Walikota. Ini merugikan kelompok-kelompok lain yang juga mencalonkan diri dalam Pilkada Surabaya 2020,’’ terangnya. (*JB01)

Share this post

No comments

Add yours