Budi Leksono : Minta Agar Lurah Tidak Bermain-main Merealisasikan Dana Kelurahan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya dari fraksi PDIP, Budi Leksono yang juga sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Program bantuan Dana Kelurahan oleh pemerintah pusat kedaerah-daerah bertujuan untuk pemerataan pembangunan melalui RT/RW. Diharapkan pelaksanaan program dana Kelurahan tidak akan menimbulkan permasalahan hukum dikemudian hari.

Sekertaris Komisi A DPRD kota Surabaya yang juga sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan kota Surabaya, Budi Leksono mengingatkan agar lurah pemerima manfaat dana kelurahan supaya bisa mengemban amanah tersebut.

“Ya, kita harapkan agar pelaksanaan dana kelurahan itu sesuai dengan apa yang telah diamanahkan. Jangan sampai lurah sebagai pengemban amanat itu bermain-main merealisasikan dana kelurahan itu,” tegas Bulek panggilan Budi Leksono, Selasa (11/02) diruang rapat Komisi A.

Oleh karenanya dia menghimbau pada setia lurah di Surabaya dapatnya menjalankan program tersebut dengan baik dan bijaksana.

“Jangan sampai realisasi nya akan menimbulkan permasalahan hukum dibelakang,” tegas Bulek.

Cak Bulek menambahkan, utamanya lurah-lurah yang ada di sekitar dapil 1. Namun kata Bulek, misalanya ada proyek yang terkait di wilayah Perak Barat dimana diketahui di wilayah itu masih ada permaslahan dengan Pelindo 3 Tanjung Perak. “Apakah permaslahan yang ada di wilayah itu akan menjadi tanggungjawab dari CSR Pelindo atau Pemkot Surabaya,” bebernya.

Harusnya ucap Bulek, proyek saluran atau gorong-gorong itu menjadi bagian dari pemanfaatan Coorporate Social Reponsibility (CRS) nya Pelindo. “Karena didaerah itu dalam kawasan Pelindo. kita mendorong agar adanya pemanfaatan CSR yang dikeluarkan oleh Pelindo,” terangnya.

Yang ditekankan oleh cak Bulek, pihak lurah untuk dapat berhati-hati dan bijak dalam menggunakan program dana kelurahan tersebut.

“Sebaiknya para lurah di Surabaya berhati-hati menggunakan dana Kelurahan,” paparnya.

Untuk itu pihaknya menghimbau realisasi tidak main-main dengan pihak kontraktor. Sebab kalau tidak akan menimbang Lian permasalahan hukum dikemudian hari, sambungnya.

“Program dana kelurahan sangat rawan untuk dimainkan oleh oknum-oknum lurah,” tukas politisi PDI Perjuangan yang saat ini menduduki jabatan Wakil Ketua DPC PDI-P kota Surabaya ini.

Bulek juga meminta peran serta masyarakat untuk mengawal dan mengawasi setiap kegiatan Musrembang.

Sementara, Ketua LPMK Suyitno, Wilayah perak barat masuk daerah aset Pelindo. Akan tetapi mereka warga Surabayas dalam hal pembangunan pemerataan.

“Setidaknya ada sinergitas antara pelindo dan pemkot Surabaya, sehingga pembangunan fisik berupa saluran dan pavingisasi bisa tersentuh buka saling lempar,” tegas Suyitno.(JB01)

Berikut Kutipan Video :

Share this post

No comments

Add yours