Sosialisasikan Bacalon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin Pada Kader Dalam Perayaan HUT Gerindra Ke 12

Peringatan HUT partai Gerindra Ke 12 sosialisasikan Irjen Polisi (Purn) Machfud Arifin bakal calon Wali Kota Surabaya 2020 (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Dalam perayaan hari jadinya DPC partai Gerindra Surabaya ke 12 sosialisasikan bakal calon Wali kota Surabaya 2020. Acara yang diselenggarakan di kantor Dewan Pimpinan Cabang partai Gerindra jalan Gayungsari Barat, Surabaya, Minggu (09/02).

Ketua DPC partai Gerindra kota Surabaya, Sutadi menegaskan, atas kepentingan negara maka bisa ditegaskan bahwa partai Gerindra akan mengusung Bacalon Wali Kota Surabaya 2020 Irjen Polisi (Purn) Machfud Arifin.

“Partai Gerindra adalah yang pertama kali mengkomunikasikan pak Machfud pada partai-partai lain,”terang Sutadi.

Mantan anggota legislatif yang duduk di Komisi D DPRD kota Surabaya ini, lewat muscabsus DPC partai Gerindra yang mengusung pak Machfud Arifin sebagai bakal calon Wali kota Surabaya telah dikirimkan ke DPP partai Gerindra.

“Insyaallah pak Machfud akan mendapat rekom dari ketua umum partai Gerindra bapak Prabowo Subianto,” beber Sutadi.

Pemberian santunan bagi anak-anak yatim piatu oleh Irjen Polisi (Purn) Machfud Arifin (JB01)

Acara perayaan kali ini juga diwarnai dengan pemberian santunan bagi anak yatim piatu. Machfud Arifin dalam kesempatan tersebut langsung memberikan bantuan buat anak-anak yatim piatu.

Mantan Kapolda Jatim ini memperkenalkan diri dihadapan kader partai Gerindra dengan memaparkan berbagai program memajukan Surabaya. “Dibawah kepemimpinan Bu Risma, Surabaya sudah cantik dengan bunga-bunga di taman-taman di Surabaya,” paparnya.

Oleh karenanya, kata Machfud, agar Surabaya tidak hanya cantik, maka perlu kita tingkatkan supaya kesejahteraan yang berkeadilan dapat terlaksana bagi seluruh warga Surabaya.

“Kalau saya dikasih amanah, saya akan hidupkan pasar Turi segaia ikon perdagangan, kita hidupkan THR sebagai ikon kesenian yang menerbitkan seniman Nasional,” urai dia.

Pasar tradisional juga tidak mampu berbuat banyak sebagai tonggak ekonomi kerakyatan yang sekarang “hidup segan mati tak mau” begitulah keberadaan pasar tradisional di Surabaya.

“Pemkot tidak bisa berbuat banyak untuk menata kembali pasar tradisional yang terus merugi,” paparnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours