Virus Corona, dr. Akmarawita Kadir : Warga Surabaya Diminta Tidak Panik Dan Selalu Tetap Waspada

dr. Akmarawita Kadir Sekertaris Komisi D DPRD kota Surabaya (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sekretaris Komisi D, DPRD Surabaya, Fraksi Partai Golkar, dr Akmarawita Kadir menghimbau atas gegaduan yang merambah dunia internasional yakni virus mematikan Corona. Politisi partai Golkar ini menghimbau pada seluruh warga Surabaya untuk tetap waspada dan tidak panik dengan kondisi ini.

Berikut penjelasan kongret tentang virus Corona oleh dr Akmarawita Kadir ;

Apa itu Virus Corona?
Virus Corona (CoV / 2019 nCoV) yang viral baru-baru ini tergolong jenis terbaru yang belum di temukan vaksinya dan ditemukan pertama kali di kota Wuhan China, sebenarnya golongan virus ini sudah ditemukan sejak tahun 1960 an, kemudian bermutasi ke berbagai jenis, termasuk SARS-CoV dan MERS-CoV yang dahulu juga sempat viral.

Bagaimana Gejalanya?
Gejala yang muncul pada umumnya seperti orang batuk pilek yang parah yaitu : Demam, Batuk, dan Sesak yang apabila berlanjut karena daya tahan tubuh tidak baik akan menyebabkan Pneumonia (radang paru-paru) sampai dapat berkomplikasi pada gagal ginjal dan kematian.

Bagaimana Penularannya?
Seperti hal nya penyakit virus yang lain, virus ini menular, terutama melalui hewan ke manusia, kemungkinan karena mutasinya, maka penularan dapat melalui airbone (udara) bisa karena batuk dan bersin dan kontak langsung, seperti kontak erat, terutama menyetuh mulut, hidung atau mata. Masa inkubasi penularan atau kontak sempai dengan gejala yang muncul apabila tertular yaitu sekitar 2 – 14 hari.

Apa Yang seharusnya di lalukan oleh warga surabaya?
Untuk Warga surabaya jangan sampai Panik, tetapi harus tetetap waspada, karena seperti pada umumnya penyakit virus adalah sifatnya self desease yaitu penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 7 hari, apabila tidak terjadi komplikasi. Untuk itu warga penting untuk memperhatikan hal-hal berikut :

1. Menghindari kontak dengan pasien yang diduga terinfeksi khususnya memiliki riwayat berpergian dari negara China dalam waktu belum lama ini.

2. Membiasakan cuci tangan dengan sabun atau alkohol (hand rub) dan air mengalir, hindari mengusap mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan.

3. Menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan tisu atau masker.

4. Memasak daging dan telur unggas secara matang dan higienis.

5. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat mencegah penularan dan penyebaran
infeksi 2019-nCoV.

6. Gunakan masker apabila terkena gejala batuk pilek, misal batuk pilek belum mereda bisa langsung di bawa ke dokter terdekat.

7. Beristirahat yang cukup, menjaga kondisi badan tetap vit, makan makanan yang bergizi dan teratur, bisa di tambahkan dengan suplemen vitamin agar daya tahan tubuh tetap terjaga

” Saya akan terus memantau dan mendorong pada dinas kesehatan kota surabaya untuk tetap waspada dan selalu berkoordinasi pada instansi terkait seperti imigrasi, Organisasi Kesehatan dan kedokteran untuk memantau orang-orang yang masuk ke surbaya maupun transit khususnya kepada orang-orang yang berasal dari daerah endemis,” tegas dr Akma.

dr Akma menegaskan, agar Dinas Kesehatan juga harus mempersiapkan diri khususnya di puskesmas dan rumah sakit, baik itu petugas kesehatannya, maupun fasilitas kesehatannya. “Memperhatikan kesehatan para dokter dan petugas kesehatan lainnya,” ujar dia.

Dinas kesehatan kota surabaya juga harus terus memantau secara ketat menganai informasi-informasi yang didapat, dan mensosialisasikan ke warga kota surabaya, sehingga tidak menimbulkan kempanikan apabila tersebar hoax, imbuh dr Akma.

“Tidak kalah penting, perlu juga menyerap informasi dari instansi terkait menganai tata cara penanganan apabila vaksin tersebut telah di temukan, dan kita berdoa bersama semoga indonesia tetap di jaga oleh Allah SWT, dan Vaksin 2019 nCov Ini cepat di temukan,” papar Sekertaris Komisi D DPRD kota Surabaya ini.

Sekali lagi untuk warga surabaya di himbau tidak panik, tetapi harus tetap waspada, dan segera melaporkan apabila ada tanda-tanda penyakit yang sekiranya orang tersebut baru bepergian dari daerah endemis, tukas dr Akmarawita Kadir pada jurnalberita.id  (JB01)

Share this post

No comments

Add yours