Ketua Fraksi PDIP, Syaifuddin Zuhri Kecam Keras Sikap Satpol PP Surabaya

Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Menanggapi permasalahan yang dialami Wakil Ketua Komisi B DPRD kota Surabaya, Anas Karno dengan Satpol PP, Ketua fraksi PDIP DPRD kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri kecam sikap kurang koordinasinya Satpol PP Surabaya dengan legislatif. “Harusnya dalam menjalankan roda pemerintahan daerah yang terdiri dari Legislatif dan Eksekutif itu koordinasi yang baik merupakan jalan untuk menyelesaikan permasalahan terhadap penertiban PKL Genteng Sidomukti,” terangnya, Kamis (26/12) saat dimintai statemen lewat sambungan What’s App nya.

Sangat disesalkan, ketika sikap Satpol PP tersebut tidak menghormati langkah anggota dewan untuk membantu mencarikan solusi buat warga. “Kerena warga itu tidak memiliki kemampuan dalam menghadapai permasalahan itu. Sehingga sikap legislegitif wajar untuk membantu permasalahan yang ada,” ujarnya.

Oleh karenanya, sambung dia, sikap yang dilakukan anggota fraksi PDIP Anas Karno itu merupakan bentuk pertanggung jawaban dirinya sebagai wakil rakyat daerah yang menjalankan fungsi kontrol.

“Jangan sampai walau Satpol PP punya kewenangan tapi melupakan etika dan koordinasi yang benar. Bukannya saling adu kewenangan,” tegas cak Ipuk sapaan ketua fraksi PDIP DPRD Surabaya ini.

Cak Ipuk menambahkan, sebagai pelaksana pemerintahan daerah maka perlu adanya kerjasama yang baik, sehingga tidak menimbulkan opini publik yang buruk dua lembaga ini.

“Seakan-akan, ini kan menunjukkan sikap yang saling mengadu kekuatan soal kewenangan kedua belah pihak. Saya mengecam keras sikap Satpol PP yang tidak menghormati kawan-kawan di dewan,” tukasnya.

Ketua DPRD kota Surabaya, Adi Sutarwijono (*JB01)

Sebelumnya, dikutip dari suarapubliknews.com, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengecam keras terjadinya kericuhan Wakil Ketua Komisi B Anas Karno dengan aparat Satpol PP tadi sore. Saat itu politisi PDI Perjuangan (PDIP) tengah membela PKL di Jalan Genteng Sidomukti.

“Kami mengecam keras insiden itu, padahal aparat Satpol PP sudah tahu kelau saudara Anas Karno adalah anggota DPRD. Kami akan sampaikan protes kepada Kepala Satpol PP,” ujar Adi Sutarwijono, Senin (23/12/12019) malam.

Ia mengatakan, Anas Karno turun ke lapangan karena mendapatkan pengaduan langsung dari PKL tentang penertiban aparat Satpol PP.

“Itu respon yang standar dari anggota DPRD, yang dipilih masyarakat. Tugasnya, memang membela rakyat. Tidak selayaknya aparat Satpol PP menanggapi sedemikian keras anggota Dewan yang bertugas,” ujar Adi.

Ia menegaskan, DPRD Surabaya melalui Komisi B akan memanggil Kepala Satpol PP Irvan Widayanto, berserta instansi lain terkait, Kamis (26/12/2019).

“Kalau ini dibiarkan, dan dianggap biasa, kejadian-kejadian serupa bakal menimpa anggota DPRD yang bertugas. Bahkan bisa-bisa diperlakukan lebih keras dan lebih buruk oleh Satpol PP,” kata politisi PDI Perjuangan (PDIP).

Ia mengetahui insiden di samping Gedung Siola melalui kiriman video yang direkam di lapangan. Kemudian Adi mendapatkan laporan dari Anas Karno.

“Saudara Anas Karno mendapatkan kontak langsung dari PKL yang terancam penertiban itu. Padahal sebelumnya sudah hasil rapat di Komisi B, yang diikuti Satpol PP. Hasilnya, kalau sudah ada pavingisasi, pedagang boleh jualan lagi,” kata Adi.

Ternyata, kejadian berikutnya bertolak belakang. Jalanan sudah dipaving, dan pedagang berjualan, malah yang turun puluhan aparat Satpol PP.

“Peristiwa itu tidak menghormati hasil rapat di gedung DPRD,” kata Adi.

Ia meminta Anas Karno konsisten membela rakyat kecil. “Jangan kendor. Terus membela rakyat. Tidak sekali ini saudara Anas Karno turun. Sebelumnya ia juga membela keras PKL di Jalan Anggrek,” kata Adi. (SPN/JB01)

Share this post

No comments

Add yours