Ketua DKC Garda Bangsa Surabaya Lirik Direktur Utama PDAM Untuk Pilkada Surabaya 2020

Ketua DKC Garda Bangsa PKB Surabaya, Mahfudz saat berdiskusi soal Surabaya dengan  Direktur utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman Sukirno (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak Jawa Timur, nama-nama kandidat bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya mulai bermunculan. Antusiasme masyarakat dalam pesta demokrasi kota Pahlawan ini guna mencari sosok yang pas menggantikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sudah menjabat dua periode.

Latar belakang bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya bermacam-macam, mulai dari pengacara, jenderal Polisi, Birokrat, Dirut BUMD, Wakil Walikota, anggota Legislatif hingga blantik sapi pun turut meramaikan Pilwali dan Pilwawali Surabaya 2020 mendatang.

Nama-nama yang bermuculan dibeberapa media, baik cetak maupun media online, seperti Whisnu Sakti Buana (Wakil Walikota Surabaya), Jenderal purnawirawan Polisi, Mahfud Arifin (mantan Kapolda Jatim), M Shaleh (pengacara), Eri Cahyadi (kepala Bappeko Surabaya), Mujiaman Sukirno (Dirut PDAM Surya Sembada), Agustiawan (Blantik Sapi), Vinsensius Awet (politisi NasDem), Fatchul Murid alias cak Muid (Politisi NasDem) yang maju dari jalur independen dan politisi PKS Reni Astuti (Wakil DPRD kota Surabaya) dan masih banyak lagi nama yang belum disebutkan maju sebagai Walikota Surabaya 2020 menggantikan Tri Rismaharini.

Semua kandidat Walikota Surabaya itu, sudah mulai melakukan pendekatan terhadap masyarakat Surabaya. Mulai blusukan memperkenalkan program kerjanya hingga pemasangan baliho dan bilboard di beberapa titik kota Surabaya.

Persaingan merebut hati pemilih Walikota dan Wakil Walikota Surabaya sudah mulai dilakukan masing-masing kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota.

Salah satu kandidat Walikota Surabaya yang namanya cukup populer bagi warga kota Surabaya adalah Direktur Utama BUMD PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman Sukirno.

Sosok yang hambel dan bersahaja ini mulai dilirik oleh ketua DKC Garda Bangsa PKB Surabaya untuk diusung dalam Pilkada Surabaya nanti. Mujiaman dianggap sosok yang Visioner untuk meneruskan kepemimpinan Risma. Beliau adalah cakap dalam mengemban tugas dan kewajibannya memimpin PDAM hingga target zero persen pelanggan Surabaya tercapai, ungkap ketua DKC Garda Bangsa, Mahfudz pada jurnalberita.id, Rabu (25/12).

“Surabaya perlu pemimpin yang visioner dan mampu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak,” terang politisi PKB ini.

Mahfudz menambahkan, sosok seperti pak Mujiaman ini yang kita perlukan kedepan. “Dari perbincangan saya dengan beliau tentang Surabaya kedepan. Beliau adalah seorang yang memiliki kerangka berpikir yang maju menatap Surabaya kedepan,” paparnya.

Visi yang beliau sampaikan adalah Surabaya mempunyai potensi yang sangat besar dan bisa digali. Banyak yang bisa dikembangkan di Surabaya. “Sesuai dengan amanah UUD ’45, kedaulatan adalah hak segala bangsa termasuk mendaulatkan warga Surabaya untuk mendapatkan keadilan dan kemakmuran,” ucap Mahfudz menyampaikan hasil diskusi dengan  Direktur Utama PDAM.

Tidak hanya itu, kata Mahfudz, beliau juga telah membuktikan dirinya pemimpin PDAM dalam kurun waktu yang singkat, akan tetapi beliau mampu merubah PDAM Surabaya menjadi satu-satunya perusahaan daerah yang menyumbangkan Deviden hingga ratusan Miliar rupiah ke Pemkot Surabaya. “Selama dua tahun berturut-turut angka pencapaian keuntungan PDAM mencapai angka dua digit yakni sekitar 17,5 persen dibandingkan periode sebelumnya yang hanya 1 persen saja pertumbuhannya,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi B DPRD kota Surabaya ini juga menyebut, “Inilah ketertarikan kami pada sosok beliau yang hambel dan low profil, namun hasilnya nyata,” ujar Mahfudz.

Kata beliau jangankan APBD Surabaya 10,3 triliun, beliau justru akan memberikan dua kali bahkan tiga kali pencapaian APBD Surabaya saat ini. “Caranya dengan menggerakkan masyarakat terlibat dalam membangun Surabaya dan melakukan kerjasama dengan berbagai elemen, baik dengan daerah lain, dengan pengusaha atau batu lompatan berkerjasama dengan negara lain seperti yang telah dilakukan Bu Risma,” urainya.

Surabaya perlu pencapaian lompatan pencapaian yang ada sekarang. Kepemimpinan Bu Risma sudah cukup bagus membawa perubahan untuk Surabaya. Akan tetapi kalau calon Walikota penggantinya hanya bisa mempertahankan saja pencapaian program pembangunan Surabaya seperti sekarang ya percuma.

“ya jelas itu suatu kemerosotan kerangka berpikir. Surabaya perlu pemimpin yang pola pikirnya jauh menatap kedepan,” tukas Mahfudz.

Seperti kata pepatah, “Klemben-klemben Roti-roti” yang maknanya Mben-mben, saiki-saiki, artinya beliau lebih berpikir kedepan ketimbang menengok kebelakang melihat Surabaya yang lebih baik, pungkas Mahfudz menirukan pepatahnya Mujiaman. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours