Peringati Hari Ibu, Surabaya Akan Gelar Fun Run Khusus Wanita

Dinas Pemuda dan Olah Raga Surabaya saat jumpa pers di bagian Humas Surabaya (*)

JURNALBERITA.ID -SURABAYA, Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surabaya bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya menyelenggarakan “Fun Run 2019”, Minggu (15/12/2019) pagi. Event lari santai ini bakal dipusatkan di Parkir Timur Delta Plaza Surabaya dan pesertanya dikhususkan untuk para perempuan.

Kabid Pembinaan Olahraga, Dispora Kota Surabaya, Arief Setya Purwanto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ibu. Setidaknya ada tiga macam kategori dalam lomba lari kali ini. Pertama, khusus untuk peserta lansia dengan jarak 2,5 kilometer, anak-anak usia di bawah 15 tahun jarak 5 kilometer dan umum 5 kilometer.

“Event lari ini pesertanya memang kita khususkan untuk perempuan, baik itu kategori lansia, anak-anak maupun umum,” kata Arief saat menggelar jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, (13/12/2019).

Untuk lari jarak 2,5 kilometer, start dimulai di Parkir Timur Delta Plaza Surabaya atau Jalan Pemuda – Jalan Panglima Sudirman – Jalan Sono Kembang, kemudian belok kiri ke Jalan Kayoon dan lurus ke arah utara menuju finish di Jalan Pemuda (Parkir Timur Delta Plaza Surabaya).

Sedangkan untuk kategori anak-anak dan umum dengan jarak 5 kilometer, Arief menyebut, start dimulai di Parkir Timur Delta Plaza Surabaya atau Jalan Pemuda lurus ke arah timur menuju Monumen Perjuangan Polri, kemudian belok kiri di Jalan Dinoyo menuju Pasar Keputran, selanjutnya belok ke kanan. Kemudian, lurus menuju utara Taman Lansia hingga Hotel Sahid Jalan Gubeng.

“Selanjutnya belok kiri dan kembali finish di Jalan Pemuda (Parkir Timur Delta Plaza Surabaya), start kita mulai sekitar pukul 05.30 Wib,” ujar Arief.

Di kesempatan yang sama, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Surabaya, Iin Hendro Gunawan menyampaikan, dalam memperingati Hari Ibu ini ada beberapa rangkaian kegiatan dan salah satunya adalah olahraga lari. Selain itu, ada pula senam gemu famire dan lomba mewarna khusus anak usia Paud.

“Pada kegiatan ini kita siapkan dua panggung besar, pertama di tempat finish untuk lari dan panggung khusus untuk pertunjukkan,” kata Iin.

Perempuan yang juga menjadi Ketua Umum DWP Kota Surabaya ini mengungkapkan, untuk panggung pertunjukkan juga bakal digunakan sebagai ajang pemberian penghargaan bagi perempuan-perempuan yang dinilai berprestasi di Kota Surabaya. Baik itu di bidang pendidikan, UMKM maupun yang bergerak di lingkungan.

“Kita berikan penghargaan dengan prestasi tertentu. Di bidang pendidikan, UMKM dan pahlawan yang bergerak di lingkungan,” jelas Iin.

Saat ini, peserta yang sudah mendaftar “Fun Run 2019” sekitar 800 orang, mereka terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa dan lansia. Namun, pihaknya mengaku, hingga saat ini pendaftaran masih terus dibuka dan bersifat gratis. Bagi masyarakat yang berminat mengikuti event ini, bisa mendaftar di kantor-kantor yang telah ditetapkan. Diantaranya, Kantor Dispora Surabaya Gedung Siola Lantai 3, Kantor DPW Kota Surabaya Jalan Kalibokor Selatan No 2 Surabaya, serta Kantor DPW yang berada di masing-masing kecamatan.

“Mudah-mudahan acara ini bisa menjadi event tahunan di Kota Surabaya. Untuk kegiatan ini memang kami khususkan untuk perempuan, baik itu anak-anak, remaja putri, ibu-ibu maupun para lansia” katanya.

Selain menyiapkan berbagai hadiah menarik, pada event kali ini panitia juga menyediakan stand-stand kuliner untuk memanjakan para peserta. Stand kuliner ini bakal diisi oleh para pelaku UMKM di Kota Surabaya. Dengan begitu, diharapkan, para ayah atau suami bisa bersantai di stand kuliner itu sembari menunggu istri mengikuti lomba lari.

Sementara itu, Staf Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Supriyo Utomo menambahkan, pihaknya memastikan telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, BPB Linmas dan Satpol PP Surabaya untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Baik itu dari segi pengaturan jalan, pengamanan maupun rekayasa lalu lintas.

“Untuk lari, kita buat jalur kiri satu lajur, kita kasih dengan barrier pemisah antara pelari dan pengendara,” pungkasnya.  (*)

Share this post

No comments

Add yours