Komisi B Soroti Kinerja Dinas Koperasi Surabaya

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, John Tamrun (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Komisi  B DPRD kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan dinas Koperasi Surabaya. Dalam rapat hearing tersebut, Komisi B menyoroti kenerja Dinkop yang kurang maksimal.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, John Tamrun menyampaikan, Dinas koperasi yang seyogyanya sebagai fundamental dalam menggerakkan pundi-pundi perekonomian Surabaya melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan lewat program UMKM tidak berfungsi secara maksimal.

“program koperasi yang dijalankan hanya memutarkan cashflownya dengan simpan pinjam yang fokus hanya melayani anggota saja,” ungkap John.

Baca juga : https://jurnalberita.id/2019/12/06/kunjungan-dprd-kota-xiamen-china-ke-dprd-surabaya-fokus-bahas-pendidikan-perdagangan/

Lanjut diad jika dikemudian ditemukan pelanggaran. “Maka, dengan tegas kami akan menindak koperasi tersebut,” ujarnya.

John menambahkan, dikwatirkan lama-lama kalau dibiarkan masyarakat malah tidak percaya dengan dinas. “Jika seperti itu, sebaiknya dinas koperasi ini buyar sekalian,” tegasnya.

Dia mendorong agar dinas di bawah kepemimpinan Widodo itu, bisa  bekerja lebih maksimal. Salah satunya dengan mengembalikan fungsi sebagai fundamental penggerak perekonomian kerakyatan di Surabaya.

“Kalo perekonomian kerakyatan ini tidak diayomi oleh dinas koperasi, maka pada dasarnya fungsi dari dinas tersebut ya cuma mengelola area wisata kuliner. Kemudian mengelola izin, selesai hanya itu saja,” ujar John.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Surabaya, Widodo menolak atas tudingan kinerja yang tidak optimal. Diakuinya, bahwa kinerja yang telah dilakukan sesuai operasional.

Lalu, dia pun mecontohkan salah satu program koperasi simpan pinjam. Dalam hal ini, pihaknya fokus hanya melayani anggota saja.

“Jika dikemudian ditemukan pelanggaran, maka dengan tegas kami akan menindak,” tukasnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours