Komisi D DPRD Surabaya Hearing Bersama BNNK

BNN Kota Surabaya saat hearing di Komisi D DPRD kota Surabaya (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Surabaya bersama Komisi D DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya, Senin (02/12) Dalam rapat dengar pendapat ini terungkap berbagai persoalan dalam hal pemberantasan peredaran narkoba di Surabaya.

Kepala BNNK Surabaya, AKBP Kartono mengungkap, kalau penyalahgunaan narkoba di Surabaya sudah memprihatinkan. “Kita menemui anak umur 8 dan 9 tahun yang sudah terpapar penyalahguna narkoba,” ujarnya.

Kartono juga mengungkapkan, kalau warung kopi sekarang ditengarai sebagai tempat peredaran narkoba. “Ini setelah dilakukan razia satpol PP kemudian dilakukan konseling, ternyata warkop ini juga menjadi tempat sumber tempat peredaran narkoba juga” tegasnya.

Kartono juga menyinggung bahwa diwarung kopi ini pengedar narkoba melakukan bujuk rayu terhadap anak-anak sekolah. “Apalagi sekarang ini banyak warung kopi buka 24 jam dengan faailitas wifi,” jelasnya.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Surabaya Badru Tamam menegaskan perlunya ada peraturan pembatasan waktu operasional warung kopi. “Warkop itu perlu ada jamnya lah. Misalnya jam 12 malam harus tutup biar tidak jadi tempat kumpulnya anak-anak muda,” jelasnya.

Badru juga mengatakan perlunya razia rutin terhadap warkop sebagai upaya pengawasan. “Kalau sering dirazia mereka dengan sendirinya akan tertib dan pelaku kejahatan akan takut beraksi” pungkasnya.

Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Surabaya bersama Komisi D DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya Senin 02/12/2019. Dalam rapat dengar pendapat ini terungkap berbagai persoalan dalam hal pemberantasan peredaran narkoba di Surabaya.

Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono mengungkap kalau penyalahgunaan narkoba di Surabaya sudah memprihatinkan. “Kita menemui anak umur 8 dan 9 tahun yang sudah terpapar penyalahguna narkoba,” ujarnya.

Kartono juga mengungkapkan kalau warung kopi sekarang ditengarai sebagai tempat peredaran narkoba. “Ini setelah dilakukan razia satpol PP kemudian dilakukan konseling, ternyata warkop ini juga menjadi tempat sumber tempat peredaran narkoba juga,” jelasnya.

Kartono mengatakan diwarung kopi ini pengedar narkoba melakukan bujuk rayu terhadap anak-anak sekolah. “Apalagi sekarang ini banyak warung kopi buka 24 jam dengan fasilitas wifi,” jelasnya.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Surabaya Badru Tamam menegaskan perlunya ada peraturan pembatasan waktu operasional warung kopi. “Warkop itu perlu ada jamnya lah. Misalnya jam 12 malam harus tutup biar tidak jadi tempat kumpulnya anak-anak muda,” jelasnya.

Badru juga mengatakan perlunya razia rutin terhadap warkop sebagai upaya pengawasan. “Kalau sering dirazia mereka dengan sendirinya akan tertib dan pelaku kejahatan akan takut beraksi” pungkasnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours