Kenaikan Harga Telor Ancam Bisnis Makanan

Harga Telor mulai beranjak naik (ERI/JB01)

JURNALBERITA-SURABAYA, Tingginya harga telur yang mencapai Rp 22.500 per kilogram saat ini banyak dikeluhkan pelaku usaha makanan terutama pembuat kue skala UKM.

Eka Rachmawati pelaku usaha kue kue basah di kawasan Wonocolo Sidoarjo mengakui tingginya harga telur secara otomatis menurunkan omzet hingga 30 persen.”Ini baru harga telur yang naik, biasanya menjelang natal dan tahun baru harga tepung terigu juga mengalami kenaikan,”ujarnya saat ditemui jurnalberita di workshopnya Jum’at (29/11/2019)

Menurutnya kondisi seperti ini rutin terjadi saat momen hari besar terutama hari raya Idulfitri dan Natal Tahun Baru,”Namun untuk momen seperti ini memang pengaruhnya tidak seberapa tapi mengingat harga telur yang terus meroket naik, tentu sebagai pedagan kita harus cari akal agar tidak merugi.”tegasnya

Echa Cake yang sehari hari kapasitas produksi kue kue basah mencapai 500 harus mensiasati dengan sedikit merubah ukuran.

Senada Supriyadi pemilik Paztela, berharap harga telur naiknya tidak terlalu tinggi, pasalnya komoditi ini menjadi bahan utama pembuatan kue ditempatnya.”Kalau bisa harga telur dikisaran Rp 18 ribu per kilo,” harapnya

Sampai hari ini (29/11/2019) Informasi harga untuk komoditas Telur Ayam Ras (Petelur) perkilogram di Propinsi Jawa Timur dari 23 data kabupaten/kota yang masuk (total 38 kota/kabupaten), harga rata-rata Jawa Timur adalah Rp22.800 perkilogram, harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Gresik Rp24.500 perkilogram.(ERI/JB01)

 

Tags Telor

Share this post

No comments

Add yours