Ditertibkan Satpol PP, PKL Jl Genteng Sidomukti Surabaya Wadul Dewan

Kondisi saat hearing di ruang rapat Komisi B DPRD Surabaya (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sejumlah  pedagang kali lima (PKL) jalan Genteng Sidomukti Surabaya mengadukan nasibnya ke Komisi B DPRD kota Surabaya, pada Rabu (27/11). Pengaduan 11 pedagang trrsebut buntut dari penertiban yang dilakukan pihak Satpol PP kota Surabaya.

Perwakilan dari pihak Kecamatan Genteng menyampaikan, memang keberadaan sejumoah PKL dan area parkir menggangu arus lalu lintas menuju akses periampungan padat penduduk dan sehingga menimbulkan kemacetan.

“Keberadaan lahan parkir dan beberapa PKL yang berjualan disekitar jalan Genteng Sidomukti menimbulkan kemacetan. Sehingga dalam kondisi yang urgent, mobil Ambulance maupun mobil PMK tidak bisa masuk ke akses jalan tersebut,” terangnya.

Untuk itu kami menginfromasikan pada Pemkot Surabaya soal kondisi kruditnya akses masuk di jalan Genteng Sidomukti tersebut, ungkapnya.

Oleh karenanya kami meminta pada warga untuk berkirim surat pada Walikota Surabaya jika merasa keberatan dengan pernertiban itu,  imbuh dia.

Sementara, Ketua RW 05, Genteng Sidomukti, M Tamrin menyampaikan, keberadaan PKL yang berjualan  di akses jalan perkampungan padat penduduk. “Saya sebagai RW tidak memiliki solusi, karena saya harus mengayomi warga kami. Untuk itu, kami serahkan ke Pemkot Surabaya untuk mencarikan solusinya,” tutur Tamrin.

Lanjut Tamrin, akses jalan itu merupakan jalan utama yang dilewati oleh warga kami. Namun, saat terjadi perbaikan jalan dengan pavingisasi, maka dilakukan penertiban terhadap PKL dan area parkir.

Berbeda dengan pernyataan Tamrin, perwakilan PKL Genteng Sidomukti, Sherli memohon untuk bisa berjualan paska penertiban. “Kami hanya meminta untuk bisa berjualan kembali,” ujar Sherli.

Kesempatan yang lain, Sekretaris Komisi B DPRD kota Surabaya dari fraksi PKB, Mahfudz menyampaikan, pada saat kita ketemu dengan warga yang berjualan di Genteng Sidomukti, kedatangan kami dilokasi penertiban justru guna mencarikan jalan keluarnya.

Ketua dan Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Lutfiyah dan Mahfudz saat mimpin hearing dengan PKL Genteng Sidomukti (JB01)

“Disayangkan pihak Satpol PP langsung melakukan penertiban tanpa koordinasi dengan baik, sementara jika ada kepentingan pasar modern yang melanggar Perda tidak ditertibkan,ada apa dengan Satpol PP,” ucap Mahfudz, berapi-api.

Senada dengan Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, anggota fraksi PDIP, John Tamrun mengatakan, jika memang ada perlakuan penertiban harusnya pihak Satpol PP melakukan koordinasi, sehingga mereka yang berjualan disana tidak kaget penertiban tersebut.

“Kalau parkir dipindahkan dilantai 5 gedung Siola jelas tidak akan muat,” tukas John Tamrun.

Kalau PKL mau berjualan supaya mengikuti arahan sehingga tidak mengganggu ketertiban, paparnya.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP lainnya, Riswanto menegaskan, jika ada sekitar 11 PKL buat stan bisa mobile dan bisa dipindahkan sewaktu-waktu saat urgent. “Selain stan yang bisa knokdown jam berjualan juga disepakati yakni mulai jam 06.00 – 18.00 WIB. Kalau tidak mereka harus siap untuk di relokasi,” tegas Riswanto. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours