Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony : Surabaya Perlu Punya Perda Kota Pahlawan

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Surabaya sebagai kota satu-satunya penyandang kota Pahlawan di Indonesia, untuk itu perlu memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang kota Pahlawan. Tujuannya sebagai wadah untuk melindungi secara luas yang mencakup situs bersejarah, tempat-tempat bersejarah, pelaku sejarah, spirit kepahlawanan dan historikal kepahlawanan kota ini, digagas oleh Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, AH Tony.

Menurutnya, sangat tidak Arif jika kota Pahlawan tidak memiliki Perda kota Pahlawan. Seperti halnya DI Yogyakarta yang mempunyai Perda DI Yogyakarta. Oleh karenanya kami berinisiatif agar kota Pahlawan seperti Surabaya juga perlu memiliki peraturan daerah yang mengatur tentang sejarah Kepahlawanan.

Sehingga kata politisi partai Gerindra ini, agar terjaga historikal, situs, spirit dan tempat bersejarah dapat terlindungi yang memberikan sumbangsih bagi kota ini sebagai kota Pahlawan.

“Semangatnya menjaga spirit, situs dan tempat-tempat bersejarah yang harus terjaga dengan baik sepanjang jaman,” paparnya, Sabtu (23/11)

Tony juga menyinggung, pentingnya Perda ini untuk menjaga Marwah historikal sejarah sebagai kota Pahlawan serta hiroik perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajahan.

“Untuk itu, saya memiliki pemikiran agar momentum sejarah Kepahlawanan itu terjaga dari generasi ke generasi selanjutnya pada sepanjang jaman,” urai Thony.

Dikatakan Thony, Marwah tersebut yang harus kita jaga tidak hanya cukup Perda Cagar Budaya untuk melindungi nilai-nilai ataupun tempat dan situs bersejarah kota ini. Namun, Perda inisiatif ini cakupannya lebih luas tidak hanya situs sejarah Kepahlawanan yang kita lindungi namun unsur-unsur nilai sejarah Pahlawan itu juga patut kita jaga dengan baik.

“Perda ini lebih memberikan ruang yang lebih luas untuk melindungi nilai-nilai sejarah Kepahlawanan kota Surabaya,” tukasnya.

Surabaya memiliki nilai-nilai sejarah Kepahlawanan yang hampir sama kontribusi pada bangsa Indonesia, seperti halnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Jadi lanjut Thony, memberikan wadah dan perlindungan atas nilai sejarah sangat diperlukan guna menjaga kelestarian, tidak hanya situs sejarahnya. Akan tetapi tonggak dan spirit heroik kepahlawanan juga patut untuk kita jaga, pungkas dia. (JB01)

 

Share this post

No comments

Add yours