PT BBI Menggelar Training Menuju Revolusi Properti Melalui Ekonomi Berbagi

“JALAN KESEJAHTERAAN TANPA RIBA DENGAN SHARING ECONOMY”

JURNALBERITA.ID – JAKARTA, Dulu paradigma membangun properti mustahil tanpa utang. Kemustahilan itu menjadi mungkin, yakni membangunnya tanpa utang. Jalan menuju kemungkinan itu,  dengan sharing economy atau ekonomi berbagi. Utamanya guna pembangunan properti diperuntukkan bagi para developer bertempat di All Sedayu Hotel – MOI (Mall Of Indonesia), Kamis (21/11) yang berlangsung sejak pukul 10.00 -14.00 WIB. Harapanya, impian anda hijrah untuk hidup tanpa utang khususnya hutang riba.

Dalam training setengah hari ini, para developer diberikan pemahaman serta teknis untuk menjalankan pembangunan properti tanpa riba. Harapan ini bukan mimpi di siang bolong karena training berharga ini diberikan oleh Maxmilliam Wienardi selaku pendiri, penggagas serta penghidup ekonomi berbagi sekaligus pendiri PT Broker Bisnis Internasional (BBI) dan BeliBisnis.Com.

Wienardi menyampaikan, dua institusi ini menjamin pemahaman tentang membangun properti tanpa riba karena beberapa alasan, diantaranya pertama, BeliBisnis.com merupakan Developer Bisnis Ekonomi Berbagi yang saat ini sedang mendisrupsi (mengguncangkan) paradigma pembangunan properti di Indonesia. Kedua, BeliBisnis.com adalah industri properti pertama di Indonesia yang menawarkan properti dengan harga HPP serta mengajak kerjasama dengan developer properti, perumahan, gedung dan gudang. Ketiga, BeliBisnis.com menjalankan konsep pembangunan properti dengan skala industri dan dengan kecepatan teknologi, membuat harga properti menjadi 50 % di bawah harga pasar saat ini, namun keuntungan developer meningkat 100 kali lipat.

Kegiatan training setengah hari bagi developer oleh PT BBI (BAR/JB01)

“Nilai berbagi kedengarannya seperti mimpi, tapi senyatanya itu akan terjadi. Apa yang dulu dianggap mustahil, kini menjadi mungkin. Pola pikir yang berubah seperti ini adalah nilai dari ekonomi berbagi atau sharing economy. Jadi, sebuah revolusi pola pikir, itulah buah ekonomi berbagi,” paparnya didepan para peserta training.

Revolusi dari mana? lanjut dia, yakni revolusi dari berpikir. Bahwa pembangunan dan kemajuan hidup harus dibangun dengan beban hutang dan riba, tanpanya maka kemajuan mustahil didapatkan. “Itulah yang dilakukan oleh mayoritas umat manusia. Padahal, riba dilarang oleh semua agama,” urainya.

Melalui PT BBI dan BeliBisnis.com, konsep sharing economy diusung dan diperkenalkan ke mana-mana sebagai jalan satu-satunya yang manusiawi dan bermartabat menuju kesejahteraan tanpa hutang riba, yaitu ekonomi yang mengutamakan sharing profit (berbagi keuntungan).

Wienardi menambahkan, sesuai namanya, dalam program ini keuntungan yang didapatkan bukan berasal dari bunga tetapi berasal dari sharing profit. Di mana dana yang didapatkan dalam program ini akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang dijalankan oleh peserta program pengusaha bebas riba. Melalui program ini investor berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar daripada bunga deposito konvensional.

“Apakah ini mungkin? Ya, mungkin. Logika dan teori ekonomi akan menerimanya dengan akal sehat. Nah, dalam training sehari kali ini, para pengusaha bebas riba, yaitu mereka yang terlibat menjadi parner program ini, dilatih dan diberikan panduan praktis untuk menjalankan skema bebas riba tadi,” ujar Wienardi.

Dia mengatakan, tujuannya menjadi jelas, yaitu menciptakan revolusi pola pikir dari pola pikir pembangunan properti konvensional menjadi pembangunan properti tanpa riba dan ini yang terpenting ialah membantu setiap kita untuk mengakselerasi hijrah dari hutang riba.

Launching Tiga Program

Seperti diketahui, baru-baru ini PT BBI dan BeliBisnis.Com meluncurkan tiga programnya yang ambisius dan prospektif pada 31 Oktober lalu di All Seasons Hotel, Thamrin, Jakarta. Tiga prorgram itu sebagai berikut. Pertama, BBI berkolaborasi dengan PT Digilend Mobile Nusantara (Digilend) meluncurkan Aplikasi Fintech Antiriba ( AFTAR). Sebuah aplikasi yang akan memudahkan masyarakat yang berminat bergabung dalam program ini, selain bebas bunga, juga melalui AFTAR, calon investor dapat melihat dan memilih sendiri proyek-proyek yang ingin didanai berserta potensi profit yang akan didapatkannnya.

Kedua, Program Bank Properti. Yaitu membantu masyarakat agar dapat memiliki rumah dengan cara yang lebih terjangkau. Caranya ialah dengan sewa beli rumah, di mana masyarakat hanya perlu membayar sewa senilai 1% dari harga rumah selama 100 kali (100 bulan), tanpa uang muka, tanpa bunga. Setelah membayar sewa selama 100 bulan, maka rumah tersebut akan menjadi hak milik penyewa.

Ketiga, Program Bank Otomotif. Yaitu masyarakat hanya perlu membayar sewa kendaraan sesuai dengan masa sewa yang tersedia yaitu 3,4, atau 5 tahun. Dengan besaran sewa per bulan yang disesuaikan dengan masa sewa yaitu 2,78% untuk masa sewa 3 tahun, maka masyarakat dapat menyesuaikan sewa dengan kemampuannya masing-masing. Dalam program ini, sewa beli dilakukan tanpa uang muka dan tanpa bunga. Setelah masa sewa selesai, maka kendaraan akan menjadi hak milik penyewa.

 Kehidupan = Keuntungan

Dari kilasan singkat paradigma dan cara kerja sharing economy ini menjadi jelas bahwa akhir-akhirnya yang menjadi tujuan terakhir ialah untuk kehidupan bersama. Dari perspektif ekonomi berbagi, kehidupan adalah keuntungan. Sementara kemajuan atau modernisasi, dalam arti tertentu, adalah merebut keuntungan. Berarti merebut kehidupan.Dan PT BBI dan BeliBisnis. Com memilih yang pertama. Yaitu keuntungan! (JB01)

Share this post

No comments

Add yours