Usai Reses, Laila Mufidah Bertekat Entas Pengganguran Di Surabaya

Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, Laila Mufidah dari fraksi PKB (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sepekan kegiatan anggota legislatif kota Surabaya melakukan Reses. Reses dimungkinkan dapat menyerap aspirasi dari masyarakat. Berbagai permasalahan di perkampungan kota Surabaya dapat dituangkan dalam kegiatan tersebut. Reses yang berlangsung selama sepekan itu, berlangsung sejak Kamis -.Selasa (14-19/11/2019).

Munculnya problematika masyarakat itu layaknya dapat ditampung dan diperjuangkan oleh wakil mereka yang duduk dikursi legislatif DPRD kota Surabaya. Mulai dari permasalahan kebutuhan lapangan kerja hingga pengangguran, kesehatan, pendidikan.

Wakil ketua DPRD kota Surabaya, Laila Mufidah saat menggelar kegiatan resepnya di Daerah pemilihan (Dapil) 3 menyampaikan, masih banyak problem masyarakat di Surabaya. Diantaranya , kata Laila, permasalahan pengangguran yang masih tinggi di Surabaya. Pembangunan kota Surabaya yang begitu pesat itu belum diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusianya.

“Ya problem yang disampaikan masyarakat saat saya reses kemaren terkait pertama soal pengangguran, kedua soal pendidikan,” ucapnya.

Politisi PKB ini juga mengatakan, perimbangan pembangunan kota harusnya juga diimbangi dengan pembangunan SDMnya. “Semakin pesat pembangunan harusnya mampu menampung tenaga kerja warga Surabaya,” ujar dia.

Bendahara DPC PKB kota Surabaya ini menyebut, peningkatan mutu SDM diharapkan mampu menjadi daya gedor untuk bisa menjadikan SDM kota ini mampu bersaing dengan SDM dari luar Surabaya.

“Buktinya berdasarkan data tingkat pengangguran yang disajikan BPS Jawa Timur, sedikitnya ada 93 ribu masyarakat Surabaya masih menganggur,” terangnya.

Data ini dijadikan acuan yang pakai oleh pemerintah. Namun, jika kita bandingkan dengan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menunjukkan ada sekitar 163 ribu jiwa warga Surabaya menganggur.

“Nanti kita diskusikan dengan OPD terkait, utamanya untuk memberikan daya kreatifitas warga dalam pelatihan UMKM diperkampungan,” tegasnya.

Nah, kalau pelatihan anak-anak muda diperkampungan yang menganggur, diharapkan akan muncul wirausaha baru dari mereka. Sehingga problem pengangguran di kota ini dapat teratasi. Dan akan menumbuhkan perekonomian bagi Surabaya, papar Laila.

“Bertumbuhnya usaha-usaha diperkampungan tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warganya,” tukas nya (JB01)

 

Share this post

No comments

Add yours