Wakil Ketua Komisi A, Neng Biba Minta Pemkot Lebih Terbuka Soal Pendapatan Daerah

Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Camelia Habiba yang akrab disapa Neng Biba dari fraksi PKB (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, RAPBD kota Surabaya tahun 2020 akan tembus di angka Rp 10 Triliun. Angka ini tentunya akan memberikan semangat baru pemerintah kota Surabaya antara Eksekutif dan Legislatif untuk mencapai APBD dua digit tersebut.

Wakil Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya, Camelia Habiba  meminta agar pendapatan daerah penerimaannya yang tidak membebani masyarakat. Utamanya penerimaan dari retribusi daerah dari pendapatan pajak hotel, restoran dan pajak hiburan.

“Surabaya sebagai kota metropolis jasa dan perdagangan harusnya mampu menyerap pendapatan dari sektor itu untuk PAD kota Surabaya,” terang Neng Biba pangggilan akrab Wakil Ketua Komisi A, Jumat (18/10) diruang rapat Komisi A DPRD kota Surabaya.

Neng Biba menegaskan, sektor ini yang harusnya mampu menyumbangkan pendapatan terbesar.

“Jangan sampai seperti tahun anggaran tahun 2017 kemaren, Yang mana pendapatan daerah terbesar disumbang dari Pajak Bumi dan Bangunan,” tegasnya.

Namun, di tahun anggaran tahun ini maka perlu memaksimalkan pendapatan dari sektor yang lain. Sebagai kota perdagangan dan jasa terbesar yang sudah go internasional, maka semangatnya Pemkot perlu memaksimalkan dari pendapatan retribusi jasa dan perdagangan serta pajak hiburan, ujar Neng Biba.

“Karena sebagai penyandang kota prrdagangan dan jasa terbesar di Indonesia tentu banyak tamu yang berkunjung ke kota ini,” ucapnya.

Sambung Neng Biba, selain itu, peran serta ditingkat pemerintahan paling bawah dari tingkat kelurahan dan kecamatan mesti tumbuh tempat-tempat restoran dan perhotelan.

“Oleh karenanya, kami meminta agar peran serta kelurahan dan kecamatan tidak hanya sebagai pencatat administrasi belaka, akan tetapi juga ikut andil melaporkan, sehingga pihak Pemkot dapat menindak lanjutinya,” kata Politisi PKB ini.

Kami tidak sepakat jika pendapatan daerah diperoleh dari penerimaan PBB. Ini akan menjadi malapetaka bagi masyarakat. Ini bukan sebuah prestasi bagi pemerintah kota Surabaya, masih banyak potensi yang bisa digali dari penerimaan pajak restoran, pajak hiburan dan pajak hotel, tukas perempuan yang akan maju pada Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

“Ayo kita berhitung bersama berapa jumlah restoran, hotel dan tempat hiburan di kota Surabaya, oleh karenanya saya meminta agar Pemkot Surabaya lebih terbuka,” tukas Neng Biba. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours