RAPBD Tahun 2020 Besarannya Dua Kali Lipat Dari APBD Saat Risma Pertama Kali Menjabat

Wakil DPRD kota Surabaya dari fraksi PKS, Reni Astuti (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 kota Surabaya jika bisa lampaui Rp 10 Triliun, besarannya dua kali lipat dari APBD ketika awal Bu Risma menjabat.

Dimana APBD 2011 saat itu sebesar Rp 5.195.102.211.727 dengan besaran Pendapatan daerah Rp 3.971.688.604.325 dan defisit anggaran yang ditutup dengan silpa tahun sebelumnya sebagai penerimaan pembiayaan sebesar 1.223.413.607.402, dipaparkan Wakil DPRD Kota Surabaya, dari fraksi PKS, Reni Astuti, Rabu (16/10) melalui sambungan seluler nya.

Sementara lanjut Reni, di rancangan KUA PPAS 2020 dengan APBD sebesar Rp. 9.762.087.691.695 dengan besaran
Pendapatan daerah Rp. 8.913.346.847.640 dan defisit anggaran yang ditutup dengan silpa tahun sebelumnya sebagai penerimaan pembiayaan sebesar diprediksi sebesar Rp.848.740.844.055.

“Banggaran dalam Rancangan KUA PPAS ini sangat mungkin bisa berubah agar kekuatan APBD bisa lampau Rp 10 T,” kata Reni.

Reni menambahkan,Besaran APBD Rp 10 T ,tetunya tidak hanya angka cantik capaian kuantitatif di moment 10 November peringatan hari Pahlawan, namun juga secara kualitatif makin mampu menjawab Pekerjaan Rumah Pemkot agar APBD 10 T benar2 makin bisa dirasakan warga Surabaya.

Secara umum, sambung dia, kinerja Pemkot membaik dari tahun ke tahun, namun masih ada beberapa pekerjaan rumah tahun 2020 yang mana beberapa program secara bersama-sama harus dituntaskan diantaranya : -Belum optimalnya kesempatan kerja,-Belum optimalnya konektivitas angkutan perkotaan,-Permasalahan anak & perempuan,-masih adannya Kawasan pemukiman kumuh,- Pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu,- Belum meratanya Kualitas pendidikan formal dan non formal dan
-Masih minim tingkat pemahaman Budaya lokal dan minat baca

” Disamping melaui kekuatan APBD, pelibatan semua potensi kota diantaranya dari Ormas, Perguruan Tinggi baik PTN maupun PTS serta lembaga Swasta, Kelompok Masyarakat dilibatkan secara kuantitas dan kualitas sinerginya,” tukas dia.

Pelibatan anak-anak muda, millenial dari karangtaruna maupun berbagai komunitas pemuda juga perlu terus dilibatkan dalam program2 pemberdayaan dan penguatan daya saing baik di bidang seni, olahraga, budaya dan science juga kewirausahaan, tutup Reni. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours