Maraknya Tawuran Antar Pelajar Di Surabaya, Politisi PKB Desak Pemkot Berdayakan Masjid Sebagai ‘Manarul Ilmi’

Anggota Komisi D DPRD Surabaya yang juga Ketua BK, PolitIsi PKB, Badrul Tamam (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Maraknya aksi tawuran antar geng pelajar di Surabaya membuat meris sejumlah kalangan, tidak terkcuali politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Badrul Tamam juga mengomentari atas terjadinya aksi tawuran geng pelajar yang masih dibawah umur marak dan meresahkan masyarakat Surabaya.

Menurutnya, pemerintah kota harus memberdayakan masjid sebagai manatul ilmi untuk membangun karater anak-anak di Surabaya.

“Selama ini kurang mengoptimalkan fungsi masjid yang hanya dianggap sebagai tempat ibadah saja. Namun, masjid yang ada diperkampungan-perkampungan di kota Surabaya harus dioptimalkan sebagai darul ilmi,” ucap Badrul, Senin (7/10) ditemui diruang fraksi PKB DPRD kota Surabaya.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Surabaya ini juga menegaskan, dalam maraknya aksi tawuran anak-anak dibawah umur itu perlu mendapatkan penanganan yang serius dari Pemkot Surabaya. “Saya melihat Pemkot kurang mengoptimalkan fungsi Masjid yang ada di perkampungan sebagai wadah membangun karakter anak-anak sejak dini,” tegasnya.

Pembangunan karakter anak sejak dini akan memberikan pondasi agama yang kuat bagi anak-anak untuk menghidarkan anak-anak dari pengaruh negative lingkungannya, imbuhnya.

” Masalahnya bagaimana Politikal wil Pemkot Surabya yang mampu memetakan anak-anak sejak dini sesuai dengan umur mereka, jangan sampai anak yang masih usia dini dicampur dengan anak remaja,” papar Badrul.

Ini yang kurang menjadi perhatian pemerintah kota Surabaya masih kurang perannya dalam mendirikan dinia-dinia pada anak tentang pendidikan agama, ahlak serta moral pada mereka, tegasnya.

“Surabaya sebagai penyandang kota ramah anak saya prihatin dengan kondisi ini, peran pemerintah kota untuk mendirikan dinia pendidikan karakter anak dengan dasar agama. Karena guru-guru agama di Surabaya yang lulusan dari pesantren-pesantren banyak dan belum dimaksimalkan oleh Pemkot Surabaya,” jelas Badrul.

Sebagai anggota DPRD Kota Surabaya di Komisi D, kami terus mendorong Dinas Pendidikan kota Surabaya untuk membangun dinia-dinia yang tidak hanya TPQ-TPQ saja. Tapi lebih memaksimalkan fungsi Masjid sebagai Manarul Ilmi, ujar dia.

“Pemkot juga terus berperan aktif dalam mendorong para orang tua untuk memberikan pendidikan agama yang kuat pada anak-anak mereka lewat masjid-masjid yang ada dikampungnya,” tukas Badrul. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours