Penjaringan Bacalon Walikota Dan Wakil Walikota Surabaya, PDIP Terbuka Untuk Semua Lapisan Masyarakat

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, bidang pemenangan pemilu, Wimbo Ernanto (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Penjaringan bakal calon Walikota (Bacawali) & bakal calon Wakil Walikota (Bacawawali) kota Surabaya masih terus berlangsung. Batas akhir pengembalian formulir pendaftaran ke DPC PDIP kota Surabaya, hari ini Sabtu (14/9).

Dari sembilan bacalon yang telah mengambil formulir melalui DPC PDIP Surabaya, tujuh diantaranya sudah mengembalikan formulir pendaftaran, sementara dua dari sembilan itu masih belum dikembalikan ke DPC, ditegaskan Wakil Ketua DPC PDIP kota Surabaya, bidang Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), Wimbo Ernanto, ditemui di kantor DPC PDIP kota Surabaya, jalan Setail, Surabaya.

Menurutnya, masih ada dua bakal calon yang belum mengembalikan formulir pendaftaran lewat DPC. Dari sembilan itu, lima diantaranya mendaftar sebagai bakal calon Walikota Surabaya, yakni Whisnu Sakti Buana, Dyah Katarina, Crisman Hadi, Sutjipto Joe Angga dan Eddy Tarmiji. Kelima bakal calon Walikota Surabaya ini sebagai pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP.

Sedang empat lainnya, sebagai bacalon Wakil Walikota Surabaya pada Pilkada 2020 nanti, diantaranya, Ir Armuji mantan Ketua DPRD Surabaya periode 2014-2019, Anugrah Ariyadi Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya periode 2014-2019, Ahmad Yunus yang berlatar belakang sebagai rakyat biasa dan Mega Candra.

Menariknya kata Wimbo, dalam proses penjaringan ini, ada salah satu pendaftar yang berlatar belakang sebagai rakyat biasa. Dia adalah Ahmad Yunus yang beralamat di Sawah Pulo Kulon, Surabaya.

“Namun beliau (Ahmad Yunus) ber KTA PDIP. Beliau datang kekantor DPC PDIP kapan hari naik OJOL (ojek online),” terang Wimbo.

Ini artinya, lanjut dia, PDIP sangat terbuka dan demokratis dalam melakukan penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya untuk Pilkada Surabaya . Siapapun, dan dari latar belakang apapun, PDIP tetap menerima proses penjaringan ini. Baik yang berlatar Wakil Walikota, praktisi hukum, dewan kesenia, anggota DPRD ataupun masyarakat biasa.

Terkait dua bakal calon yang belum mengembalikan formulir pendaftaran, Wimbo menegaskan, hari ini adalah batas terakhir pengembalian formulir pendaftaran. Merela yang belum mengembalikan formulir tersebut kami tunggu di kantor DPC PDIP hingga jam 24.00 WIB

“Kabarnya nanti sore pak Anugrah Ariyadi akan mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bacalon Wakil Walikota Surabaya,” ungkap Wimbo.

Salah satu bacalon Walikota & Wakil Walikota Surabaya dari masyarakat biasa, Ahmad Yunus (JB01)

Imbuh dia, dan satu lagi pak Ahmad Yunus juga kami tunggu sampai malam nanti. Ini yang menarik pada proses penjaringan bacalon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya kali ini. Munculnya masyarakat biasa sebagai bacalon menunjukkan proses demokrasi partai semakin memberikan ruang pada masyarakat luas, bahwa PDIP terbuka untuk siapa saja.

“Pak Yunus kami sarankan dalam proses pengembalian formulir ke DPC nanti, harus tampil beda dari bakal calon yang lainnya. Kalau yang lainnya dianter oleh simpatisan, kader dan masyarakat. Maka, pak Yunus harus tampil beda,” saran Wimbo pada pak Yunus.

Setelah formulir semuanya sudah dikembalikan, proses selanjutnya, kami akan melakukan verifikasi dan validasi data yang dikumpulkan ke DPC. Kemudian hari Senin (16/9) akan kami kirim ke DPD PDIP Jatim.

“Dari formulir yang sudah dikembalikan itu, sekitar 80 persen data pada bacalon sudah memenuhi persyaratan. Walau masih ada beberapa yang perlu untuk dilengkapi,” tukas Wimbo.(JB01)

 

Share this post

No comments

Add yours