Beberapa Kali Mangkir Panggilan Penyidik, Tiga Tersangka Jasmas Bakal Dijemput Paksa Hingga Ditetapkan DPO

Kasubsi Penyidikan Kejari Tanjung Perak Muhammad Fadhil (*JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Penyidik Kejari Tanjung Perak tak mau ambil pusing dengan mangkirnya tiga tersangka jasmas pada panggilan kedua.

Dalam waktu dekat anggota DPRD Surabaya Ratih Retnowati dan dua koleganya di Yos Sudardo tahun 2014 – 2019 yakni Dini Rijanti dan Syaiful Aidy akan menerima kembali panggilan ketiganya.

“Panggilan ketiga kami luncurkan pekan depan. Kami pikir ini finishing untuk pemanggilan,” tegas Kasubsi Penyidikan Muhammad Fadhil saat dikonfirmasi via selulernya, Minggu (1/9).

Bahkan lanjut Fadhil, bila ketiga tersangka itu tetap tak menunjukkan sebagai warga negara yang baik patuh terhadap hukum, maka pihaknya akan bersikap sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Kalau mereka tidak menunjukkan itikad baik, tentu menjadi dasar sebagai kami untuk menyikapi melakukan upaya-upaya hukum yang dibenarkan oleh Undang-undang,” tandasnya.

Upaya hukum yang dilakukan penyidik itu, papar dia, terbagi menjadi dua langkah. Untuk langkah pertama, bila ketiganya masih mangkir maka akan dilakukan penjemputan secara paksa terhadap ketiga tersangka tersebut.

“Kita akan kumpulkan tim. Apakah upaya paksa yang diberikan oleh penyidik yang sebagian dari kewenangan itu akan kita gunakan sekarang atau seperti apa? Misalnya kondisinya kita mengharuskan upaya paksa kenapa tidak ?,” tegas Fadhil.

Namun, bila dalam langkah pertama tersebut, ketiganya tetap mencoba menghindar, maka kata Fadhil, pihaknya tak tanggung-tanggung akan melakukan langkah selanjutnya, yakni menetapkan mereka sebagai buronan atau DPO.

“Upaya paksa melakukan penangkapan mendatangi rumah kediaman mereka, tempat mereka lebih banyak beraktifitas, misalnya kantor dan sebagainya, mereka tidak ada disana dalam jangka waktu tertentu, maka kami harus mengeluarkan DPO,” pungkasnya.

Dalam DPO, sambung Fadhil, mereka ini pun terpantau oleh masyarakat jadi tentu mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan mereka.

Seperti diketahui, anggota DPRD Surabaya, Ratih Retnowati (Demokrat), serta mantan Anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 Dini Rijanti (Demokrat) dan Syaiful Aidy (PAN) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tanjung Perak pada 19 Agustus 2019 yang lalu.

Bahkan sebelumnya, masih dalam kasus yang sama ada juga mantan tiga anggota DPRD Surabaya yang sudah ditahan di cabang rutan klas I Surabaya pada Kejati Jatim.

Mereka adalah Sugito (Hanura), Darmawan (Gerindra) dan Binti Rochmah asal (Golkar).

Kelima bekas legislator Yos Sudarso itu serta satu anggota DPRD Surabaya terpilih periode 2019-2024 yakni Ratih Retnowati ditetapkan sebagai tersangka, berdasarkan surat perintah yang ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH  MH, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tertanggal 8 Februari 2018 lalu.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejari Tanjung Perak juga sudah menahan pihak swasta yaitu Agus Setiawan Tjong dan telah divonis pengadilan tipikor Surabaya selama 6 tahun penjara.

Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya, tahun 2016 dan merugi hingga Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Tanpa peran ke enam sang legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours