Penentuan Alat Kelengkapan Dewan Harus Porposional

Vinsensius Awey mantan Anggota DPRD Surabaya dan pengamat kebijakan publik (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Hingga hari keempat usai pelantikan 50 anggota DPRD Kota Surabaya pada Sabtu (24/8) belum ada tanda-tanda untuk membentuk alat kelengkapan dewan. Pembentukan alat kelengkapan dewan sangat perlu memberikan persamaan hak pada partai-partai yang memiliki wakilnya digedung legislatif.

Mantan legislator DPRD kota Surabaya, Vinsensius Awey mengkritisi pembentukan alat kelengkapan dewan. Menurutnya, pembentukan alat kelengkapan dewan itu perlu mengedepankan asas persamaan hak untuk diberikan pada partai-partai yang memiliki wakil di DPRD kota Surabaya.

“Semua partai yang memiliki wakil rakyat daerah memiliki hak yang sama dalam pembangunan kota Surabaya,”ujarnya.

Awey juga mengatakan, jangan sampai pemenuhan alat kelengkapan dewan seperti 5 tahun yang lalu. Dimana partai peraih kursi terbanyak mendominasi penentuan koalisi.

” Kalau itu menyangkut kemaslahatan orang banyak gak masalah. Dikwatirkan keputusan itu hanya keberpihakan pada sekelompok koalisi itu,” ucap dia.

Lanjut Awey, sebaiknya unsur pimpinan yang ada dilakukan secara porposional. Sehingga dari 16 unsur pimpinan yang ada itu dapat merata. “Ini kan untuk kepentingan masyarakat Surabaya semata, bukan kepentingkan kelompok koalisi,” papar Awey.

Jadi semua memiliki porsi yang sama dalam menyumbangkan pmikiran mereka untuk pembangunan kota Surabaya, sambungnya.

“Sebaiknya untuk pemenuhan alat kelengkapan dewan perlu disusun secara porposional,” tegas Awey. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours