Terkait Tanah Gogol, Diduga Ada Permainan Kepala Desa Kelurahan Krian

Warga Gresikan Kelurahan Krian Sidoarjo saat memenuhi panggilan persidangan di PN Sidoarjo (WP/JB01)

JURNALBERITA.ID – SIDOARJO, Kasus tanah Gogol (tanah adat, red) di Gresikan, Krian Sidoarjo milik warga yang diduga dipermainkan oleh kepala desa Kelurahan Krian, Sidiarjo, Suparlan berujung di meja hijau. Dalam sidang lanjutan, para ahli waris mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo guna memenuhi panggilan persidangan kedua, Kamis (25/7).

Ketua paguyuban tanah Gogol Kelurahan Krian, Heri Wahyudi mewakili ahli waris mengatakan, kehadirannya untuk memenuhi panggilan persidangan lanjutan kedua. Sidang pertama telah dilangsungkan pada minggu lalu.

Dirinya meminta agar kasus yang menyeret kepala desa kelurahan Krian bertanggungjawab untuk mengembalikan tanah Gogol tersebut, ujar Heri, Rabu (31/7) saat dihuhungi media ini.

“Kami menuntut Kepala Desa Kelurahan Krian Suparlan sebagai tergugat satu sedang tergugat duanya, saudara Mustofa,” ungkapnya.

Lanjut Heri, Mustofa selaku pihak tergugat dua tidak hadir dalam persidangan. Sedang tergugat satu, Suparlan diwakili Biro Hukum Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah dua orang.

“Sebelumnya, Mustofa pernah menjabat ketua Gogol Kelurahan Krian. Bahkan, sampai sekarang masih menjabat,” sambung Heri.

Heri menambahkan, meski sudah ada yang mengganti, tapi belum pernah ada serah terima jabatan sebagai Ketua Gogol Kelurahan Krian.

Dalam fakta persidangan, Heri membeberkan, Suparlan dan Mustofa diduga kongkalikong  (bekerjasama) menerbitkan berita acara yang menyebutkan, kalau lapangan Gogol Kelurahan Krian akan diserahkan ke Pemerintah Sidoarjo.

“Padahal, tanah yang jumlahnya 60 Gogol itu adalah milik warga,” imbuhnya.

Oleh karenanya, masyarakat Gresikan Kelurahan Krian menempuh jalur hukum dengan mengajuka gugatan ke PN Sidoarjo, ucap Heri.

“Warga menuntut, agar tanah tersebut dikembalikan lagi kepada warga Kelurahan Krian,” ujar dia.

Sayangnya, sampai sidang kedua tidak bisa dilaksanakan karena Mustofa selaku tergugat dua tidak hadir dalam persidangan, tukas Heri.

“Rencananya, sidang akan dilanjutkan minggu depan, Kamis (1/8), terangnya.

Sementara itu, salah satu penasihat hukum warga Gresikan Kelurahan Krian Kabupaten Sidoarjo Muh. Hikal, SH mengatakan, sidang masalah tanah Gogol belum bisa dilaksanakan. Karena salah satu pihak tergugat yaitu H Mustofa tidak hadir. “Sidang ditunda minggu depan, lantaran tergugat kedua tidak hadir dalam persidangan,” kata Hikal.

Dalam persidangan kedua, menurut Hikal, belum ada pembacaan dakwaan. Sidang masih melihat siapa siapa saja yang hadir memenuhi panggilan.

“Karena salah satu tergugat tidak hadir, sidang ditangguhkan dan dilanjutkan minggu depan, Kamis 1Agustus 2019,” pungkas Hikal. (WP/JB01)

Share this post

No comments

Add yours