Pembahasan Pansus RPKD DPRD Surabaya Hanya Dihadiri Tiga Anggota Dewan

Ketua Pansus Raperda Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Baktiono (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Ada sekitar 22 Perda masih belum rampung dilakukan DPRD Kota Surabaya. Salah satunya yang tengah dibahas di Komisi B DPRD Kota Surabaya Yakni Raperda Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (RPKD).

Pansus RPKD ini sudah tiga kali melakukan rapat pembahasan. Baktiono selaku Ketua Pansus Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah menjelaskan minimnya anggota Pansus yang hadir saat rapat di ruang Rapat Komisi B, Jumat (5/7).

Hingga akhir Rapat pembahasan Pansus RPKD itu hanya dihadiri tiga anggota dewan saja. Yakni Baktiono selaku pimpinan rapat, Anugrah Ariyadi (anggota) dan Achmad Zakaria (anggota).

Tentu hanya para anggota Pansus yang bisa menjawab, karena sesuai Tatib DPRD Surabaya, kehadiran rapat menjadi aturan wajib agar memenuhi persyaratan kuorum.

Baktiono menjelaskan, bahwa tiga kali rapat pembahasan telah memenuhi kuorum, karena sesuai data absensi rata-rata kehadirannya berjumlah 6 sampai 7 anggota.

Hanya tiga anggota dewan Komisi B hadir dalam rapat pembahasan Raperda RPKD, yang lain kemana ? (JB01)

“Anggota Pansus tetap 10 orang, tadi ada 6 orang, tapi terus ijin karena ada kegiatan di luar, yang pasti kehadirannya selalu kuorum, antara 6 sampai 7 orang,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Namun, Baktiono mengaku jika kehadiran anggota Pansus sangat diperlukan bahkan penting, karena disamping menjadi salahsatu persyaratan kuorum, pemikiran banyak anggota tentu lebih baik dibandingkan sedikit.

“Semua masih semangat kok, karena yang tidak bisa hadir langsung juga tetap memberikan saran melalui WAG. Dan semua anggota telah sepakat agar gedung Balai Pemuda tidak di komersialkan. Jadi ada yang komersial dan non komersial,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Baktiono mengimbau kepada seluruh anggota Pansus Komisi B DPRD Surabaya, di jelang akhir masa tugasnya untuk tetap memberikan sumbang pemikiran yang terbaik demi masyarakat Kota Surabaya.

“Saya berharap agar di akhir masa bakti bisa tetap memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbaunya.

Baktino menjelaskan bahwa Pansus Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah di dalamnya meliputi penggunaan gedung-gedung dan arena olah raga.

“Tetapi ada yang kelewatan yakni THR dan Taman Remaja, yang nanti akan kami tanya, kenapa kok belum dimasukkan. Karena ini harus diatur juga karena sudah ada pemakainya,” pungkasnya. (*/JB01)

Share this post

No comments

Add yours