Ketua Fraksi PDIP : Penetapan Ketua DPRD Surabaya Tidak Berdasarkan Suara Terbanyak, Tapi Berdasarkan Hirarki Struktural

Ketua fraksi PDIP DPRD kota Surabaya, Sukadar (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Munculnya beberapa nama kandidat calon ketua DPRD Surabaya yang akan menggantikan Armudji dari PDI Perjuangan masih menjadi pertanyaan. Siapa saja calon-calon yang layak menggantikan politisi kawakan yang saat ini terpilih di DPRD Provinsi Jatim itu.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD kota Surabaya, Sukadar mengatakan, bahwa penetapan kursi sebagai ketua DPRD kota Surabaya yakni berdasarkan hirarki stuktural seperti lima 5 tahun yang lalu periode 2014 – 2019.

“Lima tahun yang lalu DPC PDI Perjuangan kota Surabaya mengajukan Armuji sebagai sekretaris DPC dan Agustin Poliana Bendara DPC,” terang cak Kadar, Rabu (15/5).

Dan semua penetapan ketua DPRD itu mutlak keputusan DPP kita hanya sebatas mengajukan beberapa calon yang pantas dan mampu menjadi pimpinan dewan, urai cak Kadar.

Kalau kita mengacu pada ketentuan hirarki stuktural maka yang layak diajukan DPC yakni Sekretaris DPC dan Bendahara. “Saat ini posisi itu diduduki oleh Syifuddin Zuhri selaku Sekretaris dan Riswanto saat ini sebagai Bendahara DPC PDI Perjuangan kota Surabaya,” tegas dia.

Cak Kadar juga menjelaskan, itu masih jauh untuk kita bicarakan. “Cuman kalau kita berbicara mikanisme partai, ya semacam itu, yakni berpegang pada hirarki struktural,” ucap dia.

Kami di DPC PDI perjuangan kota Surabaya hingga saat ini masih belum ada rapat yang membicarakan terkait soal itu. “Semua aspirasi kita tampung, mulai dari tingkat PAC dan semua pengurus, baru ada rujukan siapa yang dicalonkan dari DPC. Akan tetapi keputusan final ada ditangan DPP,” tukas politisi PDIP ini. (JB01)

 

Share this post

No comments

Add yours