Masduki Toha Himbau Walikota Risma Taati Aturan Yang Ada

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Masduki Toha (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Masduki Toha menyikapi soal ketimpangan pengelolaan sekolah di Surabaya antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

Menurutnya, pengelolaan sekolah harus memiliki rasa keadilan untuk semua, antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

“Saat ini yang kita  nilai siswa ditarik semuanya ke sekolah negeri,” ucap Masduki, ditemui dituang kerjanya, Selasa (19/3).

Ingat, kata Masduki, negeri ini awalnya peradapan ilmu dalam mencerdaskan anak-anak bangsa dibangun oleh sekolah-sekolah swasta. “Ya sekolah swasta banyak memberikan jasa dalam mencerdaskan anak bangsa negeri ini,” papar Masduki.

Politisi PKB ini juga menyinggung agar Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dapatnya mengikuti aturan yang telah dibuat oleh pemerintah pusat. Oleh karenanya, kami meminta agar Pemkot bukannya membinasakan sekolah-sekolah swasta dengan membangun sekolah-sekolah negeri.

“Ini kan dampaknya akan mematikan sekolah swasta jika semua siswa ditarik ke sekolah negerl,” ujar dia.

Sekolah swasta perlu mendapatkan perhatian dan binaan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya bukannya dibinasakan. Sebelum Bu Risma menjadi Wali Kota Surabaya, aturan tentang sekolah itu sudah ada, tutur Masduki.

“Aturan dari pemerintah pusat itu dibuat untuk memayungi bagi sekolah se Indonesia, bukan hanya sekolah-sekolah di Surabaya,” urai dia.

Pemkot siapkan anggaran Rp 81 miliar untuk kesejahteraan gaji guru sekolah swasta

Disingung soal semangat Pemkot untuk mensejahterakan gaji guru sekolah swasta, Masduki berpendapat, memang seharusnya penghasilan guru-guru swasta disetarakan dengan gaji ASN (Aparatur Sipil Negara) di Surabaya.

“Dewan sudah menyetujui anggaran yang diajukan untuk mensejahaterakan gaji para guru swasta senilai Rp 81 miliar,” ungkapnya.

Untuk itu imbuh Masduki, kami terus mendorong agar Wali Kota Risma segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali). Supaya gaji guru swasta dapatnya setara dengan gaji ASN.

“APBD Kota Surabaya ini kan besar, memang seharusnya mensejahterkan gaji guru swasta untuk diseterakan dengan gaji ASN,” tukas dia.

Karena mereka telah berjasa dalam turut serta mencerdaskan kehidupan siswa-siswi di kota ini jauh sebelum tumbuh sekolah-sekolah negeri di Surabaya, pungkasnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours