Wacana Relokasi, Pedagang Ikan Basah Pasar Pabean Wadul Komisi B

Suasana hearing pedagang ikan pasar Pabean di Komisi B DPRD Surabaya, yang wacananya akan di relokasi (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sejumlah pedagang ikan di pasar Pabean Surabaya merasa resah atas wacana yang berhembus soal akan direlokasi nya sejumlah pedagang ikan yang akan dilakukan pihak PD Pasar Surya.

Sedikit nya 19 pedagang hingga kini masuk dalam tahapan relokasi sejak 26 Februari hingga 26 Maret bulan ini. Namun, tanpa ada surat resmi pemberitahuan relakosi dari pihak PD Pasar Surya. Untuk itu Komisi B DPRD kota Surabaya melakukan rapat dengar pendapat, guna memperoleh kejelasan wacana relokasi tersebut.

Wakil Ketua Komisi B, Anugrah Ariyadi saat memimpin rapat hearing menjelaskan, ada wacana relokasi yang beredar pada pedagang ikan pasar Pabean yang akan dilakukan sejak 26 Februari sampai 26 Maret untuk segera mengosongkan area pelataran pasar Pabean.

“Awalnya ada wacana relokasi, entah siapa yang menghembuskan wacana tersebut. Sehingga sejumlah pedagang ikan resah. Karena deadline nya hingga 26 Maret bulan ini,” terang politisi PDI Perjuangan ini, Sabtu (2/3).

Lawyer status cuti ini juga memaparkan,  seperti hearing yang kita dengar bersama kali ini. Ternyata pihak PD Pasar Surya yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Pedagang (Taufik) dan Direktur Teknik PD Pasar Surya, Abdul Muhib mengatakan, masih belum ada program relokasi. Bahwasanya, rencana relokasi 19 pedagang yang berjualan dipelataran depan pasar Pabean, sedang yang memiliki surat lapak di pasar Pabean berkisar 23 orang.

“Setelah kita tanya, ternyata tidak ada surat resmi rencana relokasi itu. Artinya kalau tidak ada surat resmi perintah relokasi, pedagang disana tetap jualan seperti semula,” papar Anugrah.

Hearing pedagang ikan pasar Pabean di Komisi B DPRD Surabaya (JB01)

Sementara, perwakilan PD Pasar Surya, Direktur Teknik, Abdul Muhib mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan surat perintah relokasi pada 19 pedagang di pelataran Pasar Pabean.

Namun kata Muhib, memang ada wacana untuk menertibkan sejumlah pedagang yang berjualan dipelataran pasar. “Ada sekitar 19 pedagang yang terlihat berjualan dipelataran pasar Pabean. Akan tetapi yang tercatat memiliki surat lapak sekitar 23 orang,” ungkap Muhib.

Pihaknya masih menyiapkan proposal untuk rencana penataan kembali lapak-lapak yang ada di pasar Pabean. “Ada enam pedagang yang sudah kami masukkan ke dalam pasar untuk menempati lapak yang tersedia,” urai dia.

Lebih jauh, Muhib menjelaskan, sedang sisanya sekitar tujuh belas pedagang wacananya akan kami relokasi. Hal ini dilakukan supaya para pedagang tidak lagi berjualan di pelataran yang akan menimbulkan kemacetan di pasar itu.

“Ya, masih ada sekitar tujuh belas pedagang yang rencananya akan kita relokasi. Akan tetapi kami masih memsosialisasikan dulu.Pasar yang mana, bisa memungkinkan untuk ditempati,” tukas dia.

Kesempatan lain, perwakilan pedagang ikan basah pasar  Pabean, Abu Yasin mengungkapkan, memang ada wacana yang dihembuskan, bahwasanya kami harus segera mengosongi lapak dipelataran pasar Pabean sejak 26 Februari hingga 26 Maret.

“Yang berjualan di depan pelataran pasar sekitar sembilan belas pedagang. Tapi yang punya surat lapak sekitar dua puluh tiga orang,” bebernya.

Yasin juga menyebutkan, selama ini mereka berjualan dipelataran tetap bayar retribusi yang ditarik. Baik retribusi harian maupun bulanan, ungkapnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours