Pelestari Tosan Aji Menggelar Hari Masyarakat Adat di Kota Malang.

Para pelestari Masyarakat Adat saat menggelar acara di GKM kota Malang (foto : her)

JURNALBERITA.ID – MALANG, Para pelestari Tosan Aji Nusantara akan merayakan Hari Masyarakat Adat ini pada tanggal 16 – 17 Maret 2019, di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) Kota Malang. Kegiatan ini dengan menggelar bursa Tosan Aji, Edukasi Tosan Aji & Masyarakat Adat Nusantara, serta beragam sajian adat tradisi nusantara yang lainnya.

“Hari Masyarakat Adat ini sangat perlu terus digelorakan. Agar jati diri kita sebagai Bangsa yang terdiri dari beragam masyarakat adat, berbhinneka tunggal ika, terus menggelora,” papar Wahyu Eko Setiawan, koordinator kegiatan tersebut, Kamis (21/2) pada media ini.

Hal ini, kata Wahyu agar  menjadi akar dan karakter Bangsa Indonesia. “Ini jati diri kita sebagai sebuah Bangsa yang bernama NKRI,” imbuhnya.

Kegiatan ini bertajuk “Srawung Sedulur Pelestari Tosan Aji Nusantara”, digelar di tengah-tengah Kota Malang. Supaya bisa diakses dengan mudah dari berbagai moda transportasi yang ada, ujar Wahyu.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, tanggal 16 – 17 Maret 2019, mulai pukul 10.00 – 21.00 WIB tersebut, juga bisa menjadi wahana rekreasi keluarga. Karena lokasinya juga berdekatan dengan Pasar Burung Splendid dan Taman Rekreasi Kota Malang (Tarekot).

Sambung dia, di kota Malang banyak pelestari, kolektor dan penggemar Tosan Aji. Bahkan, banyak kolektor pusaka yang sampai sekarang masih aktif untuk mensirkulasi koleksinya.

Oleh karena itu, menurut dia, sangat wajar jika sirkulasi dan potensi ekonomi dalam transaksi Tosan Aji di Malang Raya sampai sekarang masih tinggi, beberapa Sam WES sapaan akrab Wahyu Eko  Setiawan.

Sementara itu, salah satu kolektor Tosan Aji di Kota Malang, Budi Raharjo menyampaikan bahwa kegiatan bursa Tosan Aji Nusantara harus dibarengi dengan program edukasi kepada masyarakat seluas-luasnya. Agar masyarakat semakin mengerti, memahami dan ikut melestarikan kebudayaan Tosan Aji Nusantara.

“Ekosistem Pelestarian Tosan Aji harus terus dikembangkan. Agar kita bersama bisa melestarikan warisan kebudayaan Nusantara,” ungkap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, jadi jangan hanya menggenjot jual-beli dan transaksinya saja. Tapi juga harus diimbangi dengan program-program edukasi kepada masyarakat seluas-luasnya.

“Inilah yang akan menjadi daya dukung ekosistem pelestarian kebudayaan Tosan Aji Nusantara terus berkembang,” tukas Budi Raharjo, saat ditemui di lokasi.(her/JB01)

Share this post

No comments

Add yours