Masduki Toha : Wali Kota Surabaya Harus Gentel Meminta Maaf Pada Warga Surabaya Soal Banjir

Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, Masduki Toha (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Hujan deras yang mengguyur kota Surabaya membuat Surabaya tergenang banjir dimana-mana. Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air pun juga tinggi, sehingga aliran sungai sebagai muara aliran air hujan tidak mampu menampung curah hujan dan debit air yang deras.

Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, Masduki Toha menyesalkan terjadinya banjir di kawasan Surabaya Barat kota Pahlawan ini. Menurut politisi PKB ini, anggaran untuk mengurangi banjir di Surabaya sangatlah besar.

Penutupan bantaran sungai yang mengalir dari Banyu Urip hingga Pakal dengan Box Culvert sampai sekarang belum juga rampung. Sehingga,begitu hujan lebat turut dengan intensitas tinggi sungai yang ditutup dengan box Culvert itu tidak mampu menampung debit air yang besar sedang air tidak tertampung dan meluap ke jalan dan pemukiman warga.

“Proyek Box Culver yang dibangun oleh Pemkot Surabaya dari Banyu Urip hingga Pakal tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Dan kiriman air dari kawasan Citraland dan beberapa perumahan yaang ada di Surabaya Barat sangat besar,” ucap Masduki saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/2).

Masduki melanjutkan, hal ini berakibat air tidak bisa mengalir, karena kiriman air hujan yang dari daerah pakal tidak bisa mengalir dan dari kawasan sisi timur juga tidak mengalir ke muara sungai. Sehingga air meluap ke jalan dan mengakibatkan banjir.

“itu bukan genangan air tapi banjir. Walau ada beberapa pompa air di kawasan tersebut juga tidak mampu membuang debit air yang begitu besar,” terangnya.

Wali Kota Tri Rismaharini harus bersikap gentel untuk meminta maaf pada masyarakat Surabaya. Karena proyek Box Culver itu tidak mampu mengatasi masalah banjir di kota ini.

“Proyek itu kan dianggarkan sangat besar. Proyek multi years itu dimulai sejak tahun 2016 hingga sekarang. Utamanya penutupan bantaran sungai dari Banyu Urip hingga daerah Pakal yang hingga kini belum juga rampung,” kata Masduki.

Tidak bisa karena hujan deras dan jntensitas curah hujan yang tinggi dijadikan sebagai alasan, kami rasa alasan tersebut kurang tepat, ucapnya.

“Harus kita akui bahwa Surabaya belum mampu menangani masalah banjir. Dan ini sepanjang tahun walaupun kita akui bersama ada sedikit pengurangan banjir di Surabaya,” pungkasnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours