Anugrah Ariyadi,SH Akan Mendapatkan Tugas Khusus Dari DPC PDIP Kota Surabaya

Ketua DPC PDI Perjuangan kota Surabaya yang juga sebagai Wakil Wali kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (dok)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Penugasan khusus bakal diemban oleh Anugrah Ariyadi, SH. Setelah pihak DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan penugasan khusus bagi Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya yang tidak lagi dicalonkan kembali menjadi calon anggota legislatif dalam Pemilu Legislatif 2019 nanti.

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan, partai akan memberikan penugasan khusus bagi anggota DPRD Surabaya yang tidak masuk pada daftar caleg di Pemilu 2019.

“Nanti ada penugasan khusus dari partai, bagi nama yang tidak terdaftar sebagai Caleg 2019, bukan dicoret,” ungkap Wisnu Sakti Buana yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini, Senin (15/1).

Disinggung soal tugas khusus yang akan dimandatkan pada Anugrah, atau mendapatkan jabatan strategis di pengurusan partai yang akan datang mengingat  Konferensi Cabang (Konfercab)  DPC PDIP Surabaya akan digelar pada 2020 nanti. Namun, Wisnu enggan berkomentar. Karena menurutnya, saat ini pihaknya masih konsentrasi memenangkan Pileg dan Pilpres 2019 di Surabaya.

Wisnu juga mengatakan, dari 50 caleg petahana PDIP yang bergeser daerah pemilihan (dapil) dari usulan DPC PDIP Surabaya. Hanya tiga caleg, yakni Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana yang semula di dapil 2 DPRD Surabaya berubah di dapil 1 Caleg DPRD Jatim.

Begitu juga anggota Komisi B DPRD Surabaya Erwin Tjahyuadi yang semula dapil 3 Surabaya berubah menjadi dapil 1 Surabaya dan anggota Komisi C DPRD Surabaya Riswanto yang semula di dapil 3 Surabaya berubah menjadi dapil 4 Surabaya.

Sedangkan yang tidak terdaftar dari daftar caleg oleh DPP PDIP dari usulan DPC PDIP Surabaya hanya Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anugrah Ariyadi.

Meski demikian, lanjut dia, pergeseran caleg tersebut tidak mempengaruhi perolehan suara dalam Pileg 2019. “Jadi kalau bicara prosentase tidak sampai 10 persen, mungkin hanya 3 persen,” ujarnya.

Sedangkan kalau bicara dari nol, lanjut dia, justru caleg yang terkena pergeseran lebih menikmati. “Setiap saya tanya pada saat ketemu untuk koordinasi, ya, aman-aman saja,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, hasil survei terakhir di internal partai menyebut PDIP meraih 35 kursi di Surabaya dalam Pemilu Legislatif 2019.

“Untuk Pileg 2019, kami targetkan 30 kursi atau sekitar 60 persen. Untuk survei terakhir sudah di atas 35 kursi,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, semua itu harus ditindaklanjuti dengan kerja keras dari semua pihak di PDI Perjuangan baik para calon anggota legislatif maupun struktur kepengurusan partai baik di tingkat ranting, anak cabang hingga cabang.

Anugrah Ariyadi,SH Ketua Komunitas Pojok Airlangga atau Ksatria UNAIR Surabaya (foto : JB01)

Sementara saat dikonfirmasi terkait tugas khusu yang akan di mandatkan pada dirinya, Anugrah dengan tegas menyampaikan, ini merupakan tugas partai dan kami sebagai petugas partai harus selalu siap jika dimandatkan oleh DPP PDI Perjuangan maupun tugas di DPC PDIP kota Surabaya.

“Saya kan petugas partai, apapun yang ditugaskan partai pada saya, maka harus siap dilaksanakan semaksimal mungkin,” ucap alumnus Fakultas Hukum angkatan’86 Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya ini.

Pihaknya merasa siap jika ada mandat khusus yang harus dilaksanakan dengan menjunjung loyalitas pada partai kami, tegasnya.

“Saya ini dibesarkan dari partai ini, maka saya juga harus siap membesarkan partai lambang kepala banteng moncong putih, inilah salah satu bentuk loyalitas dan kecintaan pada partai ini,” tukas Anugrah. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours